Thursday, February 26, 2015

Perawatan tanaman penutup tanah sampai pada (SPKS ) TBM Kelapa Sawit

4:59 AM Posted by Penulis No comments
PEMELIHARAAN TANAMAN
          Pemiharaan tanaman merupakan salah satu tindakan yang sangat penting dan menentukan masa produktif tanaman. Pemeliharan tidak hanya ditujukan pada tanaman tetapi juga pada media tanam (tanah). Pemeliharaan tanaman kelapa sawit yang belum menghasilkan (TBM) dan yang sudah menghasilkan (TM) relatif memiliki perbebedaan dalam beberapa hal.

Pemeliharaan TBM Kelapa Sawit
  1. Perawatan tanaman penutup tanah.
          Sekitar 3 - 4 minggu setelah tanam, pertumbuhan tanaman penutup tanah mulai terlihat. Inilah saatnya penyisipan legume cover crop  di tempat - tempat yang pertumbuhannya kurang baik atau bahkan tidak tumbuh. Untuk mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan yang murni 100 %, perawatan rutin harus dilakukan selama enam bulan yang dihitung sejak ditanam dan untuk selanjutnya rutinitas perawatan dapat dikurangi secara bertahap. Hal pertama yang dilakukan adalah pengendalian gulmas secara menyeluruh diantara gawangan kelapa sawit. Hal tersebut dilakukan karena gulma akan tumbuh bersama - sama dengan tanaman penutup tanah. Sehingga penyiangan gulma sebaiknya dilakukan secara manual. Namun, pengendalian secara kimia pun masih dapat dilakukan..
          Untuk memicu pertumbuhan LLC, tetap diperlukan pemupukan organik maupun anorganik. LCC juga tidak lepas dari serangan hama. Terdapat dua jenis hama yaitu hama acute seranganya hanya terjadi pada waktu - waktu tertentu ( seperti Ulat Jengkal ) dan hama chronic yang serangannya akan berlangsung terus menerus.(seperti kumbang).  Pengendalian hama dapat dilakukan secara manual, mekanis dan kimia. Cara manual dengan mengutip langsung, hal ini dapat dilakukan jika populasi hama masih sedikit. Secara mekanis dengan memasang lampu sebagai alat perangkap. Secara kimia dengan menyemprotkan pestisida. Hal ini dilakukan jikak populasi hama telah memasuki ambang batas ekonomi.

     2.   Perawatan Piringan Tanaman
         Pada masa TBM I-III, pelepah tanaman yang terendah masih sangat dekat dengan permukaan tanah sehingga penyiangan peringan sebaiknya dilakukan secara manua menggunkan sabit atau arit. Adapun lebar radius (jari - jari) piringan yang akan disiangi tergantung umur tanaman dan lingkaran pertumbuhan tajuk kelapa sawit.
  • Pada TBM I, radius piringan harus dibuka 1 meter dari pangkal batang.
  • Pada TBM II, radius piringan harus dibuka 1,5 m dari pangkal batang.
  • Pada TBM III, radius piringan harus dibuka 2 m dari pangkal batang.
  • Khusus lahan gambut, radius piringan yang dibuka pada TBM I-III harus ditambahkan 50 cm dari ketentuan diatas karena lahan gambut mengandungn banyak bahan organik sehingga pertumbuhan gulma dan tanaman penutup lebih cepat.
          Rotsai penyiangan piringan pun berbeda - beda, tergantung umur tanaman kelapa tidur, yaitu sebagai berikut.
  • Pada TBM I, untuk tanah gambut rotasi penyiangan piringan dapat dilakukan sebulan sekali; sedangkan untuk tanah mineral dapat dilakukan dua bulan sekali.
  • Pada TBM II , untuk tanah gambut rotasi penyiangan piringan dilakukan 1,5 bulan sekali; sedangkan untuk tanha mineral dapat dilakukan 2,5 bulan sekali.
  • Pada TBM III, untuk tanah gambut 2 bulan sekali ; sedangkan untuk tanah mineral 3 bulan sekali
          Ketentuan tidak mengikat karena rotasi penyiangan piringan dapat disesuaikan dengan kecepatan pertumbuhan gulma.

    3.  Pembukaan dan Perawatan Pasar Kontrol dan Pasar Pikul
         Pasar kontrol berfungsi untuk memudahkan tenaga kerja dan tenaga pengontrolan dalam melaksanakan pekerjaannya. Pada masa TBM I, pasar kontrol dapat di buat dengan perbandingan 8:1, artinya, untuk setiap delapan baris tanaman akan terdapat satu jalur pasar kontrol. Pada masa TBM II, tanaman akan semakin besar maka angka perbandingan menjadi 4 : 1, dan 2:1 untuk TBM III karena tanaman tumbuh semakin besar lagi.
         Pasar kontrol dan pasar pikul yang dibuat harus mengikuti arah - utara selatan agar sejajar dengan jalan utama dan barisan tanaman serta tegak lurus terhadap jalan koleksi.Pembukaan pasar pikul dan pasar kontrol dapat dilakukan secara manual dengan arit, sabit atau parang dan untuk perawatan pada tahap selanjutnya dapat digunakan herbisida kimia.
         Penyemprotan areal pada masa TBM, yaitu pada saat tanaman masih belum rimbun dan berkecepatan angin cukup tinggi, sebaiknya menggunakan knapsack sprayer karena alat semprot ini memilik berbagai jenis nozel  yang dapat menghasilkan butiran semprot yang lebih besar. Penyemprotan sebaiknya dilakukan antara jam 7 pagi sampai jam 11 pagi. Rotasi perawatan masa kontrol untuk TBM dapat dilakukan dua bulan sekali pada areal dengan tanah bergambut atau rawa, sedangkan dengan tanah mineral dilakukan tiga bulan sekali.

     4.     Pemupukan Tanaman
        Salah satu tindakan perawatan tanaman yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman adalah pemupukan. Pemupukan berpengaruh terhadap meningkatnya kesuburan tanah yang menyebabkan tingkat produksi tanaman menjadi lebih stabil seta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serang penyakit dan iklim yang merugikan. Pemupukan juga bermanfaat melengkapi ketersediaan unsur hara di dalam tanah untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
          
    5.     Penyulam dan Penanaman Tanaman Sela
          Penyulaman bertujuan mengganti tanaman yang mati atau pertumbuhan kurang baik dengan tanaman baru. Penyulaman merupakan suatu pekerjaan penting di perkebunan kelapa sawit agar semua titik tanam hidup mencapai produktivitas yang maksimal. Kematian atau kurang baiknya pertumbuhan tanaman dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu penanaman yang kurang teliti, kekeringan, terendam air, atau terserang hama dan penyakit. Penanaman dikatakan berhasil jika jumlah tanaman yang disulam maksimum 2 -3 % dari seluruh bibit yang ditanam. Pada perkebunan besar, jumlah cadangan bibit dapat mencapai 5% dari jumlah bibit yang ditanam.
          Saat yang baik melakukan penyulaman adalah musim hujan. Penyulaman harus dilakukan sedini mungkin, yaitu pada saatTBM dan harus sudah selesai pada akhir tahun ke 1. Keterlambatan akan menyebabkan pekerjaan ini sia - sia karena tanaman hasil penyulaman tidak dapat mengejar pertumbuhan tanaman awal. Di sela tanaman kelapa sawit yang masih muda, dapat ditanami berbagai tanaman sela. Jenis tanaman dengan umur pendek dan tidak mengganggu tanaman pokok dapat dipilih sebagai tanaman sela, diantaranya tanaman palawijaya dan sayur - sayuran, tanaman lain contohnya kopi, kakao, dan randu.
           
     6     Kastrasi
            Katrasi adalah pembuangan atau pemotongan secara menyeluruh bunga jantan ataupun bunga betina sebelum areal tersebut dipolinasi. Katrasi dilakukan sejak tanaman mengeluarkan bunga yang pertama sampai tanaman berumur 33 bulan atau selambat lambatnya enam bulan sebelum panen pertama. Tujuan katrasi adalah untuk merangsang pertumbuhan vegetatif, menghilangkan sumber infeksi hama dan penyakit karena tanaman menjadi lebih bersih, serta memperoleh tandan buah yang lebih besar dan seragamm sehingga memperoleh persyaratan untuk diolah pabrik.
            Bunga pertama yang terbentuk hingga enam bulan sebelum panen, biasanya akan berguguran dan masih berukuran kecil. Hal ini terjadi karena bagian dari bunga belum sempurna. Jika dipertahankan untuk menghasilkan buah, bunga tersebut sangat tidak efesien karena buah yang terbentuk memiliki kandungan minyak yang sangat sedikit.


     7     Pengaadaan Serangga Penyerbukan Kelapa Sawit ( SPKS)
            Penyerbukan kelapa sawit secara alami terjadi dengan bantuan angin, tetapi keberhasilannya sangat kecil. Oleh karena itu perlu diupayakan pengaadaan serangga pernyerbukan kelapa sawit. SPKS berkembang biak dengan cepat, baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Siklus hidup SPKS mulai dari telur hingga terbentuknya kumbang dewasa  sangat singkat, yaitu hanya membutuhkan waktu 8 - 21 untuk serangga jantan dan 9 - 24 untuk serangga betina.



Sunday, February 22, 2015

Pembuatan Piringan dan Pemberian Pupuk Dasar Hingga Penanaman Bibit di Lapangan Penanaman Kelapa Sawit

12:57 AM Posted by Penulis 2 comments
PENANAMAN
        
Pembuatan Piringan dan Pemberian Pupuk Dasar
          Sekitar dua hari sebelum pemberian pupuk dasar, perlu dilakukan pembuatan piringan. caranya dengan membabat kacang - kacangan / tanaman penutup tanah dalam radius 1 meter dari lubang atas. Pupuk dasar diberikan satu hari sebelum penanaman bibit. Untuk tanah mineral, bisa menggunakan pupuk phospat anorganik seperti SP - 18 yang mengandung sekitar 18 % P2O5 dengan dosis 250 gr perlubang, atau pupuk TSP yang mengandung sekitar 45% P2O5 dengan dosis 100 gr per lubang. Untuk tanah gambut, dapat digunakan pupuk phospat yang netral terhadap reaksi keasaman tanah seperti phospat alam CIRP yang mengandung sekitar 29 - 38 % P2O5 atau pupuk RP yang mengandung sekitar25 - 28 % P2O5 dengan dosis 500 gr perlubang. Perlu juga ditambahkan pupuk cupri sulfat  CuSO4 dengan dosis 15 gr per lubang. 

Persiapan Bibit
          Bibit tanaman terlebih dahulu diseleksi sebelum dipindahkan, terutama dari segi umur dan tinggi bibit. Penyeleksian bibit dimaksudkan agar bibit yang akan ditanam merupakan bibit yang tahan terhadap hama dan penyakit serta memiliki produktivitas yang tinggi.
          Umur bibit yang akan ditanam di lapangan tidak sama di semua tempat. Hal ini disebabkan oleh iklim yang mempengaruhinya. Pemindahan bibit pada umur yangt tidak tepat dapat menyebabkan kematian. Bibit dengan umur 12 -14 bulan adalah yang  terbaik untuk dipindahkan. bibit tang berumur kurang dari enam bulan tidak terhadap hama dan penyakit. Sebaliknya jika berumur lebih dari 14 bulan akan menambah biaya penanaman dan waktu tanam. Walaupun umurnya sama, tinggi bibit di pembibitan tidak seragam. Tinggi bibit yang anjurkan berkisar 70 - 180 cm. Bibit yang tingginya kurang dari ukuran yang dianjurkan akan menurunkan produksi karena dapat diprediksi tanaman tersebut memiliki pertumbuhan yang lambat, sedangkan bibit yang lebih tinggi produksinya belum tentu lebih dari tanaman yang berasal dari bibit yang dianjurkan. 
          Pembibitan dengan kantong plastik mempermudah pada saar bibit akan dipindahkan. Pembibitan sistem lapangan, pemindahan bibtnya dilakukan dengan cara pemutaran atau cabutan. Dengan cara putaranm bibit yang akan dipindahkan harus beserta tanahnya. Caranya dengan menggunakan sekop tajam. Dalam jarak kira kira 15 cm dari bibit, sekop ditekan ke tanah sehingga sebagian akat terputus. Dalam waktu dua minggu bibit dibiarkan dan diamati pertumbuhannya. Pada bibit yang masih segar, pemotongan akar yang kedua dapat dilakukan empat minggu sebelum ditanam dan bibit dapat diputar. Bibit putar sebaiknya dibungkus dengan kulit pisang kering, daun kelapa, atau pembungkus organik.


Pengangkutan Bibit ke Lapangan
         Bibit yang diangkut dari areal pembibitan disusun dengan baik dan rapi di pinggir - pinggir jalan utama maupun jalan koleksi pada setiap blok atau grup. Satu truk sejenis colt diesel  dapat memuat sebanyak sekitar 150 batang bibit per tripnya. Bibit disusun rapi dan jangan sampai ditumpuk tumpuk karena dapat menyebabkan kerusakan.



Penanaman Bibit di Lapangan
          Penanaman pada awal musim hujan adalah yang paling tepat karena persediaan air sangat berperan dalam pertumbuhan bibit tanaman yang baru dipindahkan. Penanaman yang dilakukan pada awal musim kemarau dapat menyebabkan kematian dann memerlukan biaya yang lebih karena perlu persediaan air. Minimum 10 hari setelah penanaman, diharapkan turun hujan secara berturut - turut. 
          Bagian bawah dari polibag disayat sebelum dimasukan ke dalam lubang tanam. Setelah dimasukan ke dalam lubang, bagian kanan dan kirinya disayat dengan hati hati. Untuk bibit putaran, pembungkusnya tidak harus selalu dibuangn karena dapat membusuk. Untuk bibit cabutan, bibit langsung dimasukan ke dalam lubang dengan hati - hati. Lubang tanam ditimbun dengan tanah sedikit demi sedikit. Permukaan bibit putaran harus sana dengan permukaan tempat tanam. Untuk bibit yang ditanam di areal gambut, lubang tanam yang ditutup hanyalah bagian bawah saja, sedangkan lubang atasnya dibiarkan terbuka. Khusus tanah gambut, setelah bibit selesai ditanam, perlua diberikan kembali tambahan pupuk cupri sulfat dengan dosis200 g/ btg. Pupuk ditaburkan secara merata 1 m dari lubang atas. Pada umumnya sering terjadi kesalah dalam penanaman kelapa sawit, diantaranya :
  • Penanaman bibit terlalu dalam, terlalu tinggi, atau tidak tegak.
  • Tanah di sekitar akar dipecah dan dibuang.
  • Polibag yang telah digunakan dibuang di dalam lubang tanam.


Thursday, February 19, 2015

Membuat Lubang Tanam Penanaman Kelapa Sawit

5:25 AM Posted by Penulis No comments

PENANAMAN

         Setelah semua lahan siap digunakan, selanjutnya adalah tahap penanaman

Membuat Lubang Tanam
          Pembuatan lubang tanam idealnya dilakukan satu minggu sebelum penanaman. Pembuatan lubang tanam lebih dari satu minggu akan memungkinkan tertimbunnya kembali sebagian lubang yang sudah digali dengan tanah yang berada di sekitar galian lubang tersebut. Hal ini dapa t mengurangi produktivitas tenaga kerja penanaman bibitm, karena tenaga kerja harus mengulang kembali penggalian lubang yang telah tertimbun. Begitu pula sebaliknya, penggalian lubang tanam yang terlalu cepat atau kurang dari satu minggu juga tidak dianjurkan karena semakin kecil persiapan untuk mengontrol kebenaran ukuran dan posisi lubang.

Pembuatan lubang tanam pada tanah mineral 
          Lubang digali secara manual dengan menggunakan cangkul, anak pancang digunakan sebagai titik tengah dari lubang tersebut. Pembuatan lubangn pada tanah mineral, baik di areal datar pada teras individu maupun pada teras bersambung, hanya dibuat saatu lubang tanam (tunggal) untuk setiap tanaman dengan ukuran lubang sebesar  60 cm x 60 cm x 60 cm. Untuk posisi lubang tanam pada kedua jenis terasan, lubang dibuat berjarak 1 m dari dinding teras. Tanah galian lubang bagian atas (top soil) diletakan di sebelah kanan anak pancang tanaman, sedangkan tanah galian lubang bagian bawah ( sub soil ) diletakan di sebelah kiri bagian anak pancang tanaman. 

Pembuatan lubang tanam pada tanah gambut
        Pembuatan lubang tanam secara manual dapat dibuat ganda ( double hole ) atau disebut juga dengan lubang di dalam lubang. Pada tahap awal lubang bagian alas atau lubang pertama, dibuat dengan ukuran 100 cm x 100 cm x 30 cm., kemudian tepat di tengah - tengah lubang pertama digali lagi lubang tanaman yang kedua dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. Lapisan tanah top soil dan sub soil diletakan seperti halnya yang telah dilakukan pada tanah mineral.


        Tujuan pembuatan lubang dalam lubang adalah untuk mengurangi risiko terjadinya pertumbuhan tanaman yang miring ke salah satu posisi pada saat awal perkembangannya, terutaman jika tanaman ditanam di atas areal gambut sedang hingga dalam. Kemiringan tanaman dapat terjadi karena tanaman yang masih muda belum mempunyai struktur akar  yang kuat untuk memegang lapisan  tanah gambut, sedangkan gambut secara lambat laun akan mengalami penyusutan pada lapisan permukaannya. Dengan dibuatnya  lubang ganda secara bertingkat, diharapkan apada saat terjadinya penyusutan lapisan permukaan gambut secara lambat laun yangn diawali dari penyusutan lubang pertama. secara alami pula akar akar tanaman akan semakin kuat untuk memegang lapisan tanah tersebut. Sekalipun penerapan metode seperti ini tidak dapat menjamin seratus persen tanaman akan tumbuh tegak dengan baik seperti layaknya pertumbuhan tanaman pada tanah mineral, tetapi setidaknya perlakuan tersebut dapat mengurangi risiko terjadinya kemiringan tanaman yang lebih besar. Miringnya pertumbuhan tanaman tanaman kelapa sawit akan memerlukan energi lebih banyak yang terbuangn sia - sia hanya untuk menegakkan batangnya sehingga hanya sebagian energi saja yang dimanfaatkan untuk keperluan produksi tanaman. Jika demikian, akan terjadi penurunan produksi yang cukup besar.

Pembuatan lubang tanam harus memperhatikan media tanah yang digunakan.  Media tanah mineral cukup satu lubang dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. Hal ini cukup karena tanah mineral cukup kuat untuk menjaga tanaman agar tetap tegak. Sedangkan Media tanah gambut, media ini berhubungan dengan yang saya gunakan. Dengan  yang maksud lubang dalam lubang, lubang yang pertama berukuran agak luas namun tidak dalam, lubang kudua cukup dalam namun luasnya lebih kecil dari lubang pertama untuk itu dibuat 100cm x 100 cm x 30 cm untuk lubang pertama namun 60 cm x 60 cm x 60 cm untuk lubang kedua, hal ini dimaksudkan untuk menjadi tanaman tetap tegak.

Tuesday, February 17, 2015

Penanaman Tanaman Penutup Tanah

3:48 PM Posted by Penulis No comments


PENANAMAN TANAMAN PENUTUP TANAH
            Tanaman penutup tanah (cover crop ) antara lain berfungsi untuk melindungi permukaan tanah dari pencucian unsur hara yang berlebihan, bahaya erosi, memperbaiki sifat sifat kimia tanah, memperbaiki status hara tanah terutama menambah nitrogen, membantu menyimpan air, dan memperbaiki atau mempertahankan struktur tanah. Penanaman cover crop juga dapat mengurangi biaya pengendalian gulma serta mendorong pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produksi.
            Penanaman tanaman penutup dilakukan satu bulan sebelum penanaman kelapa sawit. Jenis tanaman penutup tanah yang biasa digunakan adalah Puerarai javanica, centrosema pubecens, Psophocarpus palutris, calopogonium caerulium, Calopogonium mucunoides, Mucuna bracteata, dan Mucuna cochinchinensis. Umumnya tanaman penutup tanah digunakan secara campuran.

Puerarai Javanica
Centrocema Pubences
 Psophocarpus palutris
Mucuna Braacteata
             Saat ini tanaman penutup tanah yang populer digunakan di perkebunan kelapa sawit adalah  Mucuna bracteata (MC). Miguel A. Altieri, Guru besar Agroekologi University of California, Berkeley adalah pakar yang paling populer untuk menganjurkan penanaman Mucuna Bracteata sebagai tanaman penutup tanah dalam pratik pertanian berbasisan ekologi. Mucuna bracteata adalah tanaman penutup yang sangat optimal dalam mendukung tanaman utama karena kemampuan fiksasi nitrogen, meninggalkan bahan organik yang sangat baik bagi mutu tanah, tahan terhadap kekeringan, dan mampu menciptakan kelembapan tanah ideal. Dalam berbagai komoditas perkebunan, tanaman penutup tanah ini sudah lazim digunakan menggantikan tanaman penutup tanah konvensional.
Mucuna bracteata  dapat diperbanyak melalui biji atau setek dan penyusuan. Kerana kulit biji keras, biji sulit berkecambah. Oleh karena itu perbanyakan denga cara vegetatif lebih sering digunakan. Tanaman Mucuna bracteata dari biji biasanya hanya digunakan untuk mempersiapakan tanaman indukan. Tanaman asal setek ataupun biji mulai dapat digunakan sebagai indukan mulai umur 12 bulan. Cara perkembangan vegetatif dengan cara penyusuan adalah sebagai berikut.
1.      Pilihlah tanaman sehat dan memilik cabang banyak sebagai tanaman indukan. Letakkan beberapa polibag (berisi media top soil di bawah batang tanaman induk.
2.      Pilih cabang yang memiliki lebih dari 6 ruas. Bengkokkan 3 – 5 ruas yang paling ujung hingga terdapat dua ruas batang yang patah tebu. Kemudian benamkan ruas patah tebu ke dalam polibag sambil media agak di tekan tekan.
3.      Siram tanaman dua kali sehari jika tidak turun hujan. Tidak perlu dilakukan pemupukan selama penyusuan karena  nutrisi bagi anakan masih diperoleh dari induknya.
4.      Biarkan 3 – 4 minggu hingga akar banyak dan menguat. Kemudian potong ruas anakan yang menyambung pada tanaman induk.
5.      Anakan siap dipindahkan ke kebun kelapa sawit.

Pembuatan Teras dan Pemancangan Tanaman Kelapa Sawit

12:57 AM Posted by Penulis 1 comment


PEMBUATAN TERAS
            Berdasarkan bentuk dan manfaatnya teras tanaman kelapa sawit dibagi menjadi dua.

Teras Individu
            Teras individu disebut juga denga tapak kuda. Teras ini diperuntukan untuk areal dengan kemiringana antara 8 – 15 º. Teras individu dapat dikerjakan setelah sebagian areal selesai dipancang. Dengan berpedoman ada sistem pancang tanaman mata lima yang mengikuti arah pancang utara – selatan sesuai dengan kemiringan areal minimum dan maksimum yang sudah ditentukan. 

Teras Bersambung
            Disebut juga dengan teras kontur. Jenis teras ini untuk areal dengan kemiringa lebih dari 15 – 20 º. Bentuk areal tersebut dikatakan bergelombang sampai dengan berbukit. Berbeda denga teras individu teras kontur dipasang dengan sebelum areal dipancang tanaman. Untuk mempermudah pemancangan, gunakan kawatyang diberi label.

            
PEMANCANGAN TANAMAN
           Pemancangan tanaman berkaitan dengan susunan penanaman dan jarak tanam, yang nantinya akan menentukan kerapatan tanaman. Kerapatana tanaman merupakan salah satu faktor yang memepengaruhi produktivitas tanaman kelapa sawit. Pemancangan tanaman pada areal kelapa sawit dapat dilaksanakan dengan dua cara. 


Sistem Mata Lima
Disebut juga segitiga sama sisi. Panjang sisinya merupakan jarak tanaman dalam barisan, sedangkan untuk tingginya merupakan jarak antar barisan tanaman. Sistem ini hanya dianjurkan untuk topografi areal yang rata rata bergelombang.

Sistem Kontur
            Sistem ini digunakan untuk topografi areal yang bergelombang hingga berbukit – bukit.
Jarak Antar Teraskontur
Jarak Antar Tanaman dalam Terasan
128 batang
138 batang
7.0
11.1
10.3
7.3
10.6
9.9
7.6
10.2
9.5
7.9
9.8
9.2
8.2
9.5
8.8
8.5
9.1
8.5
8.8
8.8
8.2

Antarteras kontur berbanding terbalik dengan jarak antar tanaman di dalam teras kontur. Semakin besar jarak antar teras kontur maka semakin kecil jarak antar tanamannya.


Monday, February 16, 2015

Pembukaan Areal Baru Tanaman Kelapa Sawit

3:50 PM Posted by Penulis No comments




PEMBUKAAN AREAL BARU
            Perkebunan kelapa sawit dapat dibangun di daerah bekos hutan, daerah bekas alang – alang, atau bekas perkebunan. Namun , yang perlu diperhatikan dalam pembukaan areal perkebunan adalah tetap terjaganya lapisan oleh tanah. Selain itu harus diperhatikan juga tentang urutan pekerjaan, alat, dan teknik pelaksanaannya.

Areal Hutan
            Pembukaan areal hutan yang berada di atas tanah mineral, baik di daerah topografi datar maupun bergelombang dapat dikerjakan dengan menggunakan alat berat buldozer. Selain itu, dapat dikerjakan dengan pekerjaan secaara manual, yaitu dengan menggunakan parang dan kapak. Adapun kebutuhan tenaga kerja penghimasan adalah sebanyak 6 HK/ha. Jumlah tenaga kerja tersebut harus digabungkan dalam satu kelompok kerja yang akan mengerjakan seluas ½ blok areal atau setiap kelompok harus menyelesaikan penghimasan seluas ½ petakan blok areal. Dengan demikian , setiap satu blok areal akan dikerjakan sebanyak 12 HK/ hari. 


Areal Alang – Alang
            Pembukaan areal perkebunan kelapa sawit pada areal alang – alang dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara mekanis dan secara kimia. Secara mekanis yaitu dengan cara membajak dan menggaru. Pembajakan dilakukan dua kali, sedangkan menggari sebanyak tiga kali. Dilakukan berselang sebanyak dua sampai tiga kali seminggu. Bila alang alang masih tumbuh perlu diberantas secara kimia dengan pengaplikasian herbisida kontak maupun sistemik. 


Konversi dan Replanting
            Konversi adalah pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dari bekas perkebunan tanaman lain, sedangkan replanting  atau disebut juga peremajaan adalah pembukaan areal dari bekas perkebunan kelapa sawit yang sudah tua dan tidak produktif lagi. Cara pembukaannya dapat dilakukan dengan cara mekanis maupun kimia tergantung jenis tanaman asal. Perlu dipahami bahwa untuk mengurangi perkembangbiakan hama dan penyakit serta mempercepat pembususkan, pokok pokok pohon diracuni terlebih dahulu sebelum ditebang, dikumpulkan, dan dibakaar.

Penting : Banyak sekali masyarakat yang salah dalam melakukan pembukaan lahan yakni dengan cara dibakar. Padahal dampak dari kebakaran hutan sangat merugikan bagi masyarakat sekitar. Untuk itu sekarang pembukaan lahan dengan cara dibakar dilarang oleh pemerintah dengan dikeluarkannya SK Dirjen perkebunan No. 38 tahun1995, tentang pelarangan membakar hutan.

Pengolahan Lahan Yang Sudah Ada Tanaman Kelapa Sawit

1:41 AM Posted by Penulis No comments

            Kelapa sawit dalam pengelolaanya juga memerlukan beberapa tahapan serta tekknik yang baik untuk menghasilkan tanaman kelapa sawit yang baik pula. Berawal dari lahan, benih tanaman, teknik penanaman, perawatan serta hasil panen.

PENYIAPAN LAHAN
            Untuk membuka areal perkebunan kelapa sawit yang baru, perlu dilakukan survei kelapangan terlebih dahulu untuk menyesuaikan apakah lahan layak untuk dibangun sebuah perkebunan kelapa sawit. Pelaksanaan pembibitan dan persiapan lahan boleh dilakukan secara terpisah. Namun, harus ada hubungan diantara keduanya. Artinya, bila pembibitan memerlukan waktu satu tahun maka persiapan areal perkebunan juga harus siap dalam satu tahun. Persiapan areal perkebunan meliputi pengolahan lahan yang sudah ada, pembukaan areal, pembuatan teras, pemancangan tanaman dan penamanan tanaman penutup tanah.

Pengolahan Lahan Yang Sudah Ada


            Lahan yang sudah ada sebaiknya sebelum diolah dilakukan pengukuran dan pemetaan areal. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah merintis dan mengukur poligon areal. Kemudian dibuat sebuah patok yang menjadi pedoman kerja untuk tahap pengukuran berikutnya, yaitu membuat rintisan patokan blok areal. Pengerjaan ini harus mengikuti arah utara – selatan, terutama jika topografi areal tersebut datar hingga bergelombang dengan kemiringan 0 =< 15º(0=<27%). Hal tersebut agar rintisan petakan blok yang dibuat dapat langsung digunakan sebagai penuntun arah pembuatan jalan blok. Akan tetapi pada areal yang mempunyai topografi gelombang hingga berbukit dengan kemiringan 15 – 20 º (27-36 %), pembuatan rintisan blok hanyalah sebagai penuntun penumbangan dan pembersihan areal secara mekanis saja. 
            Langkah selanjutnya adalah pembuatan jaringan jalan. Jalan adalah sarana transportasi utama pada perkebunan yang berperan untuk mengangkut bibit, pupuk, tenaga kerja dan produksi. Berbagai jenis jalan diantaranya
Jalan Utama : Jalan dibuat dengan arah utara – selatan, sejajar dengan jalan panen.
Jalan Koleksi : Jalan ini disebut juga jalan produksi yang dibuat dengan arah timur – barat, tagak lurus terhadap arah jalan utama. Jalan ini berfungsi sebagai sarana transportasi buah.
Jalan kontrol : Jalan ini berfungsi sebagai sarana pengontrol blok areal. Umumnya dibuat mengelilingi areal dan menjadi pembatas antara areal perkebunan dengan areal perkebunan luar.
Jalan Panen : Jalan ini terdapat diantara tanaman sawit.



Namun, pada areal perbukitan harus dibuat jalan dengan sistem kontur. Jalan kontur dibuat dengan melingkari bukit dengan sedikit mendaki dan menurun ( landai ).
Setelah pembuatan jalan selesai perlu dibuat parit. Parit sangat penting untuk daerah rendah atau daerah pasang surut karena sering mengalami penggenangan. Pembuatan parit di sisi badan jalan juga tidak terlepas dari pembuatan jembatan, terutama jalur parit yang akan dilalui kenderaan. 

Sunday, February 15, 2015

Verietas Kelapa Sawit

7:58 PM Posted by Penulis No comments


Varietas Kelapa Sawit


            Terdapat begitu banyak varietas kelapa sawit yang dikenal di dunia bahkan di Indonesia. Namun, dari berbagai varietas tersebut tentu ada yang lebih diunggulkan karena lebih mudah untuk dikembangkan dan panen yang berlimpah. 
  • Verietas Berdasarkan Ketebalan Tempurung dan Daging Buah 
Perbedaan ketebalan daging buah kelapa sawit menyebabkan perbedaan jumlah rendemen minyak kelapa sawit yang dikandungnya. Rendemen minyak paling tinggi terdapat pada varietas Tenera yaitu mencapai 22-24%, sedangkan pada varietas Dura hanya 16-18%.Berdasarkan ketebalan tempurung dan daging buah, beberapa varietas kelapa sawit yang banyak digunakan para petani dan perkebunan kelapa sawit di Indonesia diantaranya Dura, Psifera, Tenera. ( Ir. Yan Fauzi,2002).
Varietas
Ciri-ciri
Dura

- Tempurung tebal (2-8mm)
- Tidak terdapat lingkaran serabut pada bagian luar tempurung
- Daging buah relative tipis, yaitu 35-50% terhadap buh
- Kernel (daging biji) besar dengan kandungan minyak rendah
- Dalam persilangan, dipakai sebagai pohon induk betin

Psifera

- Ketebalan tempurung sangat tipis bahkan hamper tidak ada
- Daging buah tebal, lebih tebal dari daging buah Dura
- Daging biji sangat tipis
- Inti hanya dilapisi lapisan serabut
- Minyak inti sawit yang dihasilkan sangat rendah
- Tidak dapat diperbanyak tanpa menyilangkan dengan jenis lain dan dipakai sebagai pohon induk jantan

Tenera

- Hasil dari persilangan antara Dura dan Psifera
- Tempurung tipis (0,5-4mma)
- Terdapat lingkaran serabut disekeliling tempurung
- Daging buah sangat tebal, lebih tebal dari Dura dan Tenera, Yaitu 60-96% dari buah
- Tandan buah lebih banyak, tetapi ukurannya relative lebih kecil
- Berat tandan adalah 22-24%


  • ·         Varietas Berdasarkan Warna Kulit
Berdasarkan warna kulit buah, beberapa varietas kelapa sawit diantaranya varietas Nigrescens, Virescens, dan Albenscens.
Berikut tabel
Varietas
Warna buah muda
Warna buah masak
Nigrescens
Ungu kehitam-hitaman
Jingga kehitam-hitaman
Virescens
Hijau
Jingga kemerahan, tetapi ujung buah tetap hijau
Abescens
Keputih-putihan
Kekuning-kuningan dan ujungnya ungu kehitaman

  • ·         Varietas unggul
Varietas unggul kelapa sawit dihasilkan melalui prinsip reproduksi sebenarnya dari hibrida terbaik dengan melakukan persilangan antara tetua-tetua yang diketahui mempunyai daya gabung yang baik. Tetua yang digunakan dalam proses persilangan adalah Dura dan Psifera. Varietas Dura sebagai induk betina dan Psifera sebagai induk jantan. Hasil persilangan tersebut telah terbukti memiliki kualitas dan kwantitas yang lebih baik dibandingkan dengan varietas lain.
Contoh varietas Dura Deli yang dikembangkan sebagai induk betina adalah Dura Deli Marihat, Dura Deli D. Sinumbah, Dura Dumpy Pabatu, Dura Deli G. Bayu dan masih banyak lagi
Contoh varietas pisifera yang digunakan sebagai pokok induk jantan adalah Pisifera D. Sinumbah, Pisifera Marihat, Pisifera SP 540 T, Pisifera La Me, Pisifera Yangabi, dan masih banyak lagi.
(Kalapa Sawit : 2012 : 31)

Beberapa varietas unggul kelapa sawit yang saat ini tersedia di PPKS adalah:
1. D x P PPKS 540 (High mesocarp)


Rerata produksi                       : 28,1 ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 27,4%
Produksi CPO                         : 8,1 ton/ha/tahun
Rasio inti/buah                        : 5,3 %
Pertumbuhan meninggi           : 72 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-


2. D x P PPKS 718 (Big bunch)



Rerata produksi                       : 26,5 ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 23,9%
Produksi CPO                         : 6,9 ton/ha/tahun
Rasio inti/buah                        : 8,7 %
Pertumbuhan meninggi           : 75 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-


3. D x P PPKS 239 (High CPO & PKO)


Rerata produksi                       : 32 ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 25,8%
Produksi CPO                         : 8,4 ton/ha/tahun
Produksi PKO                         : 1,3 ton/ha
Rasio inti/buah                        : 8,9 %
Pertumbuhan meninggi           : 62,5 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-


4. D x P Simalungun


Simalungun Rerata produksi   : 28,4 ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 26,5%
Produksi CPO                         : 7,53 ton/ha/tahun
Rasio inti/buah                        : 9,2 %
Pertumbuhan meninggi           : 75-80 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-


5. D x P Langkat


Langkat Rerata produksi        : 27,5 ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 26,3%
Produksi CPO                         : 7,23 ton/ha/tahun
Rasio inti/buah                        : 9,3 %
Pertumbuhan meninggi           : 60-70 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-

6. D x P LaMe


Lame Rerata produksi             : 26-27ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 23-26%
Produksi CPO                         : 5,9-7 ton/ha/tahun
Rasio inti/buah                        : 6,9 %
Pertumbuhan meninggi           : 50-70 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-

7. D x P Avros


Avros Rerata produksi            : 24-27 ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 23-26%
Produksi CPO                         : 5,5-7 ton/ha/tahun
Rasio inti/buah                        : 6,6 %
Pertumbuhan meninggi           : 60-80 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-


8. D x P Yangambi


Yangambi Rerata produksi     : 25-28 ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 23-26%
Produksi CPO                         : 5,8-7,3 ton/ha/tahun
Rasio inti/buah                        : 7,2 %
Pertumbuhan meninggi           : 60-70 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-
 (www.iopro.com)