Tuesday, April 28, 2015

Pengolahan Hasil Panen

12:38 PM Posted by Penulis No comments


5. Pemurnian dan penjernihan minyak sawit
 minyak sawit yang keluar dari tempat pemerasan atau pengepresan masih berupa minyak sawit kasar karena masih mengandung kotoran berupa partikel partikel dari tempurung dan serabut serta 40 - 50 % air. tujuan ini yaitu agar diperoleh minyak sawit dengan kualitas sebaik mungkin dan dapat dipasarkan dengan harga yang layak. agar diperoleh minyak sawit yang yang bermutu baik, minyak sawit kasar tersebut diolah lebih lanjut, yaitu dialirkan dalam tangki minyak kasar (crude oil tank ). minyak sawit kasar yang telah terkumpul di panaskan hingga mencapai termperatur 95 - 100 derajat celcius. Peningkatan termeperatur ini bertujuan untuk memperbesar perbedaan berat jenis minyak dan air serta sludge sangat membantu dalam proses pengendapan.
Setelah melalui pemurniam atau klarifikasi bertahap, akan dihasilkan minyak sawit mentah. proses penjernihan dilakukan untuk menurunkan kandungan air dalam minyak. minyak sawit yang telah dijernihkan ditampung dalam tangki tangki penampungan dan siap di pasarkan atau diolah lebih lanjut sampai dihasilkan minyak sawit murni dan hasil olahanya.

6. Pengeringan dan pemecahan biji
biji sawit yang telah dipisah pada proses pengadukan, diolah lebih lanjut untuk diambil minyaknya. sebelum dipecah, biji - biji sawit dikeringakan dalam silo, minimal 14 jam dalam sirkulasi udara kering pada suhu 50 - 80 C . akibat proses pengeringan ini, inti sawit akan mengerut sehingga memudahkan pemisahan inti sawit dari tempurungnya. selain penguapan biji dalam silo juga mengalami fermentasi sehingga serabut yang masih menempel pada biji akan mengalami pelapukan. kadar air yang dikehendaki adalah 12 %. jika temperatur kurang maka kadar air biji masih tinggi sehingga menyulitkan pemisahaan inti dari cangkangnya.
Biji sawit yang sudah kering dibawa ke alat pemecah biji., terdapat dua alat pemecah biji yang digunakan oleh perkebunan kelapa sawit saat ini, yaitu nut cracker mmodel rotor vertikal dan horizontal. namun, yang lebih banyak digunakan adalah yang nut cracker model rotor horizontal karena tanaman sawit yang banyak digunakan saat ini adalah dari jenis tenera, dengan biji yang cenderung lebih kecil dan cangkangnya lebih tipis. pada nut cracker, biji seolah dikupas pada suatu stator yang dibuat gerigi ketika rotor hilang ( baling - baling ) berputar untuk menggerkan biji biji tersebut sehingga mengakibatkan biji terpecah

7. Pemisah inti sawit dari tempurung
Pemisah inti sawit dari tempurungnya dilakukan berdasarkan perbedaan berat jenis antara inti sawit dan tempurung. alat yang digunakan adalah hydrocyclone separator. inti dari tempurung dipisahkakan oleh aliran airyang berputar dalam sebuah tabung atau dengan mengapungkan biji biji yang pecah dalam larutan lempung yang mempunyai berat jenis 1,16. dalam keadaan tersebut biji sawit akan mengapung dan tempurung akan tenggelam. proses selanjutnya adalah pencucian inti sawit dan tempurung sampai bersih.
Untuk menghindari kerusakan akibat microorganisme, inti sawit harus segera dikeringkan dalam suhu 80 C. setelah kering inti sawit sapat di pak atau diolah lebih lanjut yaitu dengan ekstraksi untuk menghasilkan minyak inti sawit. 



0 comments:

Post a Comment