Sunday, February 15, 2015

Verietas Kelapa Sawit

7:58 PM Posted by Penulis No comments


Varietas Kelapa Sawit


            Terdapat begitu banyak varietas kelapa sawit yang dikenal di dunia bahkan di Indonesia. Namun, dari berbagai varietas tersebut tentu ada yang lebih diunggulkan karena lebih mudah untuk dikembangkan dan panen yang berlimpah. 
  • Verietas Berdasarkan Ketebalan Tempurung dan Daging Buah 
Perbedaan ketebalan daging buah kelapa sawit menyebabkan perbedaan jumlah rendemen minyak kelapa sawit yang dikandungnya. Rendemen minyak paling tinggi terdapat pada varietas Tenera yaitu mencapai 22-24%, sedangkan pada varietas Dura hanya 16-18%.Berdasarkan ketebalan tempurung dan daging buah, beberapa varietas kelapa sawit yang banyak digunakan para petani dan perkebunan kelapa sawit di Indonesia diantaranya Dura, Psifera, Tenera. ( Ir. Yan Fauzi,2002).
Varietas
Ciri-ciri
Dura

- Tempurung tebal (2-8mm)
- Tidak terdapat lingkaran serabut pada bagian luar tempurung
- Daging buah relative tipis, yaitu 35-50% terhadap buh
- Kernel (daging biji) besar dengan kandungan minyak rendah
- Dalam persilangan, dipakai sebagai pohon induk betin

Psifera

- Ketebalan tempurung sangat tipis bahkan hamper tidak ada
- Daging buah tebal, lebih tebal dari daging buah Dura
- Daging biji sangat tipis
- Inti hanya dilapisi lapisan serabut
- Minyak inti sawit yang dihasilkan sangat rendah
- Tidak dapat diperbanyak tanpa menyilangkan dengan jenis lain dan dipakai sebagai pohon induk jantan

Tenera

- Hasil dari persilangan antara Dura dan Psifera
- Tempurung tipis (0,5-4mma)
- Terdapat lingkaran serabut disekeliling tempurung
- Daging buah sangat tebal, lebih tebal dari Dura dan Tenera, Yaitu 60-96% dari buah
- Tandan buah lebih banyak, tetapi ukurannya relative lebih kecil
- Berat tandan adalah 22-24%


  • ·         Varietas Berdasarkan Warna Kulit
Berdasarkan warna kulit buah, beberapa varietas kelapa sawit diantaranya varietas Nigrescens, Virescens, dan Albenscens.
Berikut tabel
Varietas
Warna buah muda
Warna buah masak
Nigrescens
Ungu kehitam-hitaman
Jingga kehitam-hitaman
Virescens
Hijau
Jingga kemerahan, tetapi ujung buah tetap hijau
Abescens
Keputih-putihan
Kekuning-kuningan dan ujungnya ungu kehitaman

  • ·         Varietas unggul
Varietas unggul kelapa sawit dihasilkan melalui prinsip reproduksi sebenarnya dari hibrida terbaik dengan melakukan persilangan antara tetua-tetua yang diketahui mempunyai daya gabung yang baik. Tetua yang digunakan dalam proses persilangan adalah Dura dan Psifera. Varietas Dura sebagai induk betina dan Psifera sebagai induk jantan. Hasil persilangan tersebut telah terbukti memiliki kualitas dan kwantitas yang lebih baik dibandingkan dengan varietas lain.
Contoh varietas Dura Deli yang dikembangkan sebagai induk betina adalah Dura Deli Marihat, Dura Deli D. Sinumbah, Dura Dumpy Pabatu, Dura Deli G. Bayu dan masih banyak lagi
Contoh varietas pisifera yang digunakan sebagai pokok induk jantan adalah Pisifera D. Sinumbah, Pisifera Marihat, Pisifera SP 540 T, Pisifera La Me, Pisifera Yangabi, dan masih banyak lagi.
(Kalapa Sawit : 2012 : 31)

Beberapa varietas unggul kelapa sawit yang saat ini tersedia di PPKS adalah:
1. D x P PPKS 540 (High mesocarp)


Rerata produksi                       : 28,1 ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 27,4%
Produksi CPO                         : 8,1 ton/ha/tahun
Rasio inti/buah                        : 5,3 %
Pertumbuhan meninggi           : 72 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-


2. D x P PPKS 718 (Big bunch)



Rerata produksi                       : 26,5 ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 23,9%
Produksi CPO                         : 6,9 ton/ha/tahun
Rasio inti/buah                        : 8,7 %
Pertumbuhan meninggi           : 75 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-


3. D x P PPKS 239 (High CPO & PKO)


Rerata produksi                       : 32 ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 25,8%
Produksi CPO                         : 8,4 ton/ha/tahun
Produksi PKO                         : 1,3 ton/ha
Rasio inti/buah                        : 8,9 %
Pertumbuhan meninggi           : 62,5 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-


4. D x P Simalungun


Simalungun Rerata produksi   : 28,4 ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 26,5%
Produksi CPO                         : 7,53 ton/ha/tahun
Rasio inti/buah                        : 9,2 %
Pertumbuhan meninggi           : 75-80 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-


5. D x P Langkat


Langkat Rerata produksi        : 27,5 ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 26,3%
Produksi CPO                         : 7,23 ton/ha/tahun
Rasio inti/buah                        : 9,3 %
Pertumbuhan meninggi           : 60-70 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-

6. D x P LaMe


Lame Rerata produksi             : 26-27ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 23-26%
Produksi CPO                         : 5,9-7 ton/ha/tahun
Rasio inti/buah                        : 6,9 %
Pertumbuhan meninggi           : 50-70 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-

7. D x P Avros


Avros Rerata produksi            : 24-27 ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 23-26%
Produksi CPO                         : 5,5-7 ton/ha/tahun
Rasio inti/buah                        : 6,6 %
Pertumbuhan meninggi           : 60-80 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-


8. D x P Yangambi


Yangambi Rerata produksi     : 25-28 ton TBS/ha/tahun
Rendemen minyak                  : 23-26%
Produksi CPO                         : 5,8-7,3 ton/ha/tahun
Rasio inti/buah                        : 7,2 %
Pertumbuhan meninggi           : 60-70 cm/tahun
Harga                                      : Rp. 7.500,-
 (www.iopro.com)

Fauzi, yan., Widyastuti, Yustina E., Satyawibawa, Iman. (2012). Kelapa Sawit. Jakarta: Penebar Swadaya.
http://www.iopri.org/varietas.html
                       

0 comments:

Post a Comment