Thursday, May 21, 2015

Minyak Sawit Untuk Ekspor

9:36 PM Posted by Penulis 2 comments

sebagai salah satu produsemn utama minyak sawit di dunia, Indonesia memilik potensi yang cukup besar untuk terus berperan dalam pasar dunia. pada dekade 1980-an, ekspor minyak sawit (CPO) Indonesia hanya ke Eropa Barat. tetapi beberapa tahun terakhir permintaan dari negara negara lain seperti china, India, Pakistan, Myanmar, Kenya, Tansania, dan Afrika Selatan terus meningkat. Sebagai penghasil minyak sawit terbesar kedua di dunia, Indonesia memenuhi hampir 50% dari kebutuhan negara negara pengimpor minyak sawit tersebut. Ekspor Minyak sawit maupun minyak Inti sawit Indonesia terus meningkat secara signifikan dari tahun 2000 - 2010.

TABEL PERKEMBANGAN EKSPOR MINYAK KELAPA SAWIT INDONESIA
sumber : direktorat jendral pertanian, 2006

Meskipun volume minyak inti sawit Indonesia terus meningkat, tetapi dari sisi nilai ekspor mangalami penurunan dan peningkatan yang tidak stabil. hal tersebut akibat oleh harga minyak sawit dunia yang terus berfluktuasi, seperti pada tahun 2007 - 2011 harga minyak sawit berfluktuasi 700 - 1.100 USD/Ton. harga minyak sawit memang sangat dipengaruhi oleh  harga minyak goreng dari bahan lain. Disamping pengaruh tersebut, harga minyak sawit juga dipengaruhi oleh produksi minyak sawit dan kebijakan dalam negeri dari produsen utama dunia seperti malaysia dan Indonesia.

TABEL PERKEMBANGAN HARGA MINYAK SAWIT EKSPOR
sumber: Direktorat jendral perkebunan, 2010

Dalam rangka terus meningkatkan Volume dan nilai Ekspor produk kelapa sawit dan untuk mengantisipasi perdagangan CPO Indonesia yang mulai tersendat dan tertekan harga minyak sawit, pemerintah dan pengusaha kelapa sawit pada tahun 2001 membentuk tim pemasaran minyak kelapa sawit Indonesia Untuk meningkatkan promosi ke negara - negara Importir. tim tersebut bertugas melakukan promosi ke berbagai negara potensial pengguna produk kelapa sawit. Untuk tahap awal, pemerintah melakukan promosi ke  negara China. sebagai salah satu negara yang penduduk padat di dunia, Indonesia mempunyai kepentingan untuk menjadikan negara tersebut sebagai sasaran utama ekspor minyak sawit. selain minyak sawit, Indonesia juga mengekspor minyak Inti sawit ( PKO ) ke berbagai negara

 TABEL PERKEMBANGAN EKSPOR MINYAK INTI SAWIT INDONESIA
sumber : direktorat jendral pertanian, 2006

Minyak Sawit Untuk Pasar Dalam Negeri

5:26 AM Posted by Penulis 7 comments


Produksi minyak sawit ( CPO ) di dalam negeri di serap oleh industri pangan terutama industri minyak goreng. Potensi tersebut terlihat dari semakin bertambahnya jumlah penduduk yang berimplikasikan pada  pertambahan kebutuhan pangan termasuk minyak goreng. pada akhirnya akan memacu tumbuhnya industri minyak goreng dalam negeri.


grafik perkembangan ketersediaan minyak sawit /minyak goreng Indonesia 
menurut neraca bahan makanan tahun 1999 - 2007

Tahun 1999 - 2007, rata rata ketersediaan minyak sawit / minyak goreng sebagai bahan makanan mencapai 1928 ribu ton per tahun atau 98.63% dari total penggunaan, sedangkan diolah non makanan rata rata sebesar 23 ribu ton pertahun atau 1,19% dari total penggunnaan dan tercecer sebesar 36 ribu ton pertahun atau 1,83%. tahun 2004, penggunaan minyak sawit untuk bahan makanan adalah sebesar 1969  dan menurun menjadi 920 ribu ton per tahun 2005. kemudian meningkat kembali hingga 3546 ribu ton pada tahun 2007. perkiraan jumlah produsen minyak goreng sawit akan mengalami peningkatan lagi mengingat semakin banyaknya pengusaha yang berinvestasi di sektor tersebut.

Tabel Perkembagan Produksi Dan Konsumsi Minyak Sawit Indonesia


sejalan dengan permintaan yang terus meningkat, harga minyak sawit dalam negeri pun menunjukan kecenderungan peningkatan. namun, harga minyak sawit dalam negeri sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor terutama harga minyak goreng dari bahan lain di dunia.


pasokan minyak sawit dalam negri terkadang mengalami hambatan berupa gejolak ketersediaan bahan baku. meningkatnya permintaan negara negara konsumen terhadap minyak sawit membuat produsen  minyak sawit di di Indonesia lebih memilih untuk mengekspor karena harga jual yang akan diterima dalam bentuk dolar. dalam rangka mengatasi terbatasnya pasokan minyak sawit untuk kebutuhan dalam negeri, pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan ekspor yaitu hanya 40 % dari produksi nasional dan 60 % untuk pasar dalam ngeri

Wednesday, May 20, 2015

Memasarkan Produk Kelapa Sawit

7:25 PM Posted by Penulis 2 comments

Pasar minyak sawit ( CPO ) banyak diserap oleh industru pangan, terutama industri minyak goreng dan industri non pangan seperti industri kosmetik dan nonpangan. Bahkan , minyak sawit sudah mulai banyak dimanfaatkan sebagai salah satu sumber bahan bakar (palm biodiesel).

Pola Pemasaran Produk Kelapa Sawit
Dilihat dari pengusahanya, perkebunan kelapa sawit Indonesia dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu perkebunan rakyat, perkebunan besar negara, dan perkebunan besar swasta. ketiga jenis perkebunan tersebut tentu memiliki pola pemasaran produk kelapa sawit yang berbeda.

 1. Pola pemasaran perkebunan rakyat
perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh rakyat memiliki luas lahan yang terbatas, yaitu 1 - 10 ha. dengan luas lahan tersebut tentunya menghasilkan produk TBS yang terbatas pula sehingga penjualannya sulit dilakukan apabila ingin menjualnya langsung ke prosesor/industri.





Pengolahan . Oleh karena itu, para petani harus menjual pedagang tingkat desa yang dekat dengan lokasi kebun atau melalui KUD, kemudian berlanjut ke pedagang besar hingga ke prosesor / industri pengolahan. Pola perkebunan rakyat dapat dilihat pada gambar diatas

Panjangnya rantai pemasaran TBS pada perkebunan rakyat menyebabkan tingkat keuntungan yang diperoleh petani relatif kecil. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pendapatan petani dengan melakukan pembinaan dan memperpendek pemasaran. pemerintah dalam hal ini melakukan pengaturan fungsi masing masing pelaku dalam rantai pemasaran dengan disertai pengaturan margin pemasaran yang menguntungkan bagi masing masing pelaku dalam rantai pemasaran dengan disertai pengaturan margin pemasaran dengan disertai pengaturan margin pemasaran yang menguntungkan bagi masing masing pelaku. pemeritah sebaiknya menetapkan margin pemasaran yang harus diterima petani minimal 70 % dari harga pelabuhan eksportir.

2. Pola pemasaran perkebunan besar negara dan swasta
pemasaran produk kelapa sawit pada perkebunan besar negara ( PBN ) dilakukan secara bersama melalui kantor pemasaran bersama (KPB), sedangakan untuk perkebunan besar swasta ( PBS), pemasaran produk kelapa sawit dilakukan oleh masing masing perusahaan. pada umumnya perusahaan besar, baik negara maupun swasta, menjual produk kelapa sawit dalam bentuk olahan yaitu minyak sawit mentah (CPO) dan minyak Inti Sawit

Kunjungu juga :

Friday, May 15, 2015

Memanfaatkan Limbah Kelapa Sawit

2:39 AM Posted by Penulis 1 comment

1.Tandan kosong kelapa sawit untuk pupuk organik
tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organik yang memiliki kandungan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman. tandan kosong kelapa sawit mencapai 23% dari jumlah dari jumlah pemanfaatan limbah kelapa sawit tersebut sebagai alternatif pupuk organik juga akan memberikan manfaat lain dari segi ekonomi. bagi perkebunan kelapa sawit, dapat menghemat penggunaan pupuk sintestis sampai dengan 50 %. pupuk organik yang dihasilkan dari TKKS dapat berupa pupuk kompos dan pupuk kalium

2. Tandan Kosong Kelapa Sawit Untuk Bahan Serat
tandan kosong kelapa sawit juga menghasilkan serat kuat yang dapat digunakan untuk berbagai hal, diantaranya serat berkaret sebagai bahan pengisi jok mobil dan matras, polipot. serat tandan kosong dapat diperoleh dengan cara mengepress sehingga keluar air, minyak dan kotoran yang terkandung di dalamnya. selanjutnya tandan kosong tersebut diurai dengan menggunakan mesin. selanjutnya serat diayak untuk mendapatkan serat panjang, pendek dan debu yang menempel.pabrik dengan kapasitas 30 ton tanadan buah segar per jama mampu menghasilkan serat 30 ton per hari.

3. Tandan kosong kelapa sawit sebagai sumber karotenoid
pemanfaatan tkks sebagai sumber karotenoid merupakan suatu yang bermanfaat bagi dunia industri makanan. hasil penelitian menunjukan TKKS yang mengalami satu kali sterilisasi rata rata mengandung karotenoid total sebesat 37,8 pp, sedangkan TKKS yang mengalami dua kali strilisasi kandungan rata rata sebesar25, 9 ppm. komposisi karotenoid di dalam tkks didominasi oleh alpha-karoten (12,9 ppm), beta - karoten (6,4 ppm ), lutein ( 4,1 ppm ) dan zeakaroten ( 3,9 ), sedangkan karotenoid lainya sebesar 5,2 ppm. senyawa beta-karoten bersifat lebih stabil daripada senyawa karotenoid lainya.

4. Tempurung buah sawit untuk arang aktif
tempurung buah sawit merupakan salah satu limbah oengolahan minyak sawit yang cukup besar, yaitu mencapai 60% dari produksi minyak. tempurung buah kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai arah aktif. arang aktif dimanfaatkan oleh berbagai industri, antara lain indutri minyak, karetm gula , dan farmasi. selama ini tempurung kelapa sawit digunakan hanay sebagai bahan bakar pembangkit tenaga uap dan bahan pengeras jalan.

5. batang dan tandan sawit untuk pulp kertas
kebutuhan pulp kertas di Indonesia sampai saat ini masih dipenuhi dari impor. padahal potensi menghasilkan pulp di dalam negri cukup besar. salah satu alternatif adalah dengan memanfaatkan batang dan tandan kosong kelapa sawit untuk digunakan sebagai bahan pulp kertas dan papan serat. di Indonesia sudah banyak Industri kertas yang memanfaatkan limbah kelapa sawit tersebut sebagai alternatif bahan baku.

6. Batang kelapa sawit untuk perabot dan papan partikel
batang kelapa sawit yang sudah tua dan tidak produktif lagi, dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai tinggi. batang kelapa sawit tersebut dapat dibuat fiber board sebagai bahan baku perabot rumah tangga seperti mebel, furniture, atau sebagai papan partikel. batang kelapa sawit dapat dipergunakan sebagai bahan baku papan partikel

7. Batang dan pelepah sawit untuk pakan ternak
tujuan dari pengolahan pelepah sawit, selain mengatasi kekurangan hijauan sebagai pakan dimusim kemarau, juga dapat memanfaatkan sisa hasil perkebunan. terdapat dua cara pengolahan batanag kelapa sawit untuk dijadikan pakan ternak, yaitu segar dan silase. sebuah peternak sapi di Malaysia telah menggunakan pakan dengan komposisi pelepah kelapa sawit dan konsentrat dengan perbandingan seimbang untuk usaha penggemukan sapi dengan skala 1.500 ekor.

8. Limbah Kelapa Sawit Untuk Biodiesel
sejak tahun 2000, minyak kelapa sawit dan beberapa minyak nabati lainya telah digunakan sebagai bahan pembuat biodiese, yang disebut pemerintah sebagai biodiesel generasi I. Hingga tahun 2011 telah berhasil dikembangkan biodiesel dari minyak kelapa sawit sebanyak 20.000 kilokliter per tahun. namun, akibat harga jual biodiesel lebih rendah daripada minyak sawit mentah, menyebabkan pengusaha sawit lebih memilih ekspor mentah. Untuk itu perlu diadakan terobosan baru yang disebut biodiesel generasi II. Biodiesel generasi II akan menggunakan limbah sawit seperti tandan buah kosong kelapa sawit, limbah kayu dan limbah pertanian lainnya seperti sekam padi. keunggulan generasi II teknologi katalis yang bisa menghasilkan beragam jenis produk solar, bensin kerosin dan tinggal memilih mana yang lebih dominan. dengan demikian, dihharapkan tidak ada lagi hambatan mengembangkan biodiesel.

Free Automatic Link

Wednesday, May 13, 2015

Jenis Limbah Kelapa Sawit

11:48 AM Posted by Penulis 2 comments

Limbah kelapa sawit adalah sisa tanaman kelapa sawit yang tidak termasuk dalam produk utama atau merupakan ikutan dari proses pengolahan kelapa sawit. berdasarkan tempat pembentukannya, limbah kelapa sawit dapat digolongan menjadi dua :

1. Limbah Perkebunan Kelapa Sawit
adalah limbah yang dihasilkan dari sisa tanaman yang tertinggal pada saat pembukaan areal perkebunan, peremajaan, dan panen kelapa sawit. Jenis limbah ini antara lain kayu, pelepah, gulma. dalam setahun, setiap hektar perkebunan kelapa sawit rata rata menghasilkan pelepah daun sebanyak 10,4 ton bobot kering.

2. Limbah Industri Kelapa Sawit
adalah limbah yang dihasilkan pada saat proses pengolahan kelapa sawit. limbah jenis ini digolongkan dalam tiga jenis :
limbah padat
salah satu jenis limbah kelapa sawit adalah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Tempurung kelapa sawit termasuk juga limbah padat hasil pengolahan kelapa sawit. limbah padat mempunyai ciri khas pada komposisinya. komponen terbesar dalam limbah padat tersebut adalah selulosa.

limbah cair
limbah ini berasal dari kondensat, stasiun klarifikasi, dan dari hidrosilikon. Limbah kelapa sawit memiliki kadar bahan organik yang tinggi. tingginya kadar tersebut menimbulkan beban pencemaran yang besar karena diperlukan degradasi bahan organik yang besar pula
lumpur (sludge) adalah lumpur primer yang berasal dari proses klarifikasi merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dalam proses pengolahan kelapa sawit, sedangkan lumpur yang telah mengalami proses sedimentasi disebut lumpur sekunder. kandungan bahan organik lumpur juga tinggi dengan pH rendah 3-5.

limbah gas
selain limbah padat dan cair, industri kelapa sawit juga menghasilkan limbah bahan gas. limbah bahan gas ini antara lain gas cerobong dan uap air buangan pabrik kelapa sawit.



Tuesday, May 12, 2015

Minyak Sawit Sebagai Bahan Bakar Alternatif

3:12 AM Posted by Penulis No comments

Indonesia sebagai salah satu produsen minyak sawit di dunia telah mengembangkan biodiesel dari minyak sawit. Di Indonesia, penelitian dilakukan oleh pusat penelitian Kelapa sawit, Medan dan telah berhasil mengembangkan biodiesel minyak sawit mentah, refined bleached deodorised palm oil, dan fraksi fraksinya seperti sterin dan olein serta minyak sawit inti.

Palm biodiesel mempunyai sifat kimia dan fisika yang sama dengan minyak bumi sehingga dapat digunakan langsung untuk mesin diesel atau dicampur dengan petroleum diesel. Namun palm diesel memiliki keunggulan lain, yaitu mengandung oksigen sehingga flash - pointnya lebih tinggi dan tidak mudah terbakar. selain itu, palm diesel merupakan bahan bakar yang lebih bersih dan lebih mudah ditangani karena tidak mengandung sulfur dan senyawa benzene karsiogenik.

Penggunaan palm diesel juga dapat mereduksi efek rumah kaca , polusi tanah, serta melindungi kelestarian perairan dan sumber air minum. hal ini berhubungan dengan sifat biodiesel yang dapat terorgenasi aktif relatif sempurna atau terbakar habis, nontoksik, dan dapat terurai secara alami.

palm diesel dibuat dengan menggunakan bahan baku minyak sawit (CPO) maupun produk turunan minyak inti sawit ( PKO ). produksi palm diesel  dapat dilakukan melalui transesterifikasi minyak sawit dengan metanol. proses ini dianggap lebih efesien dan ekonomis bila dibandingkan dengan cara esterifikasi hidrolisis dengan metanol.

Penyusun standar untuk produk produk biodiesel telah dilakukan oleh negara negara produsen dan pengguna. standar yang digunakan saat ini sebagai acuan adalah standar eropa untuk biodiesel adalah nomor EN 14214. standar yang diterbitkan pada november 2008 diadaptasi dalam tiga versi resmi yaitu Inggris, Prancis, Jerman.

Monday, May 11, 2015

Manfaat Minyak Sawit Untuk Industri Non pangan

3:53 AM Posted by Penulis No comments

1. Sebagai bahan baku untuk industri farmasi

kandungan minor dalam minyak sawit berjumlah kurang lebih  1% antara lain terdiri dari karoten, tokoferol, sterol, alkohol, triterpen, fosfolipida. kandungan minor tersebut menjadikan minyak sawit dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam industri farmasi.

karoten
bermanfaat sebagai obat kanker paru paru dan payudara. karoten juga sebagai sumber provitamin A yang cukup tinggi.

Tokoferol
bermanfaat sebagai antioksidan dan sebagai sumber vitamin E.

2. Bahan baku oleokimia

oleokimia adalah bahan baku industri yang diperoleh dari minyak nabati, termasuk diantaranya minyak sawit dan minyak inti sawit. bahan baku ini mempunyai kegunaan industri kosmetik dan aspal. selain itu juga digunakan sebagai bahan detergen. golongan dalam oleokimia :

Asam lemak.
asam asam lemak ini digunakan sebagai bahan untuk detergen, bahan softener untuk produksi makanan, tinta, tekstil, aspal, dan perekat.

Lemak Alkohol
lemak alkohol merupakan bahan dasar pembuatan detergen, yang umumnya berasal dari metil ester asam laurat.

Lemak Amina
lemak amina digunakan sebagai bahan dalam industri plastik, sebagai pelumas dan pemantap

Metil ester
digunakan sebagai bahan pembuatan sabun.

Gliserin
digunakan terutama dalam industri kosmetik, antara lain sebagai pengatur dan pelarut  kekentalan sampo, pomade, obat kumur, dan pasta gigi. selain itu berfungsi sebagai hemaktan

3. Pendukung Industri berat dan ringan 

diantaranya adalah industri kulit ( untuk membuat kulit halus dan lentur terhadap tekanan tinggi atau temperatur tinggi ) , cold rolling dan fluxing agent pada industri perak, dan juga sebagai bahan  pemisah dari material cobalt dan tembaga di industri logam. sisa dari industri minyak sawit dapat juga dijadikan sebagai bahan bakar boiler dan bahan semi furniture