Monday, March 30, 2015

Pengambilan Contoh Daun dan Pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM) Kelapa Sawit

2:11 AM Posted by Penulis No comments
Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) Kelapa Sawit

  • Pengambilan Contoh Daun
Pengambilan contoh daun dilakukan untuk mendapatkan rekomendasi pemupukan pada tanaman kelapa sawit yang sudah menghasilkan. Pengambilan contoh daun dinyatakan dalam kesatuan contoh daun ( KCD ), Yaitu luasan areal tertentu yang digunakan sebagai tempat pengambilan contoh daun. Misalnya dalam luasan satu blok yang memiliki keseragamaan tahun tanam, kondisi tanah dan bentuk topografi areal dapat digunakan sebagai 1 unit KCD. Lokasi areal yang ditentukan sebagai tempat KCD serta tanaman yang digunakan sebagai pohon contoh tidak boleh dibuang sepanjang masa hingga tanaman tersebut tidak dimanfaatkan lagi.

Untuk areal yang menggunakan sistem blok, pohon contoh pertama diambil dari sebelah utara blok, yaitu pohon ke - tiga dari pinggir parit baik sisi jalan utama maupun jalan koleksi. Pohon kedua dan selanjutnya diambil interval 10 baris tanaman menuju arah selatan sejajar dengan barisan tanaman atau pasar pikul sehingga berakhir pada posisi tiga pohon dari ujung batas blok. Lalu dari pohon terbsebut dibelokan ke arah barat dengan interval 10 tanaman, kemudian kembali lagi ke utara dengan interval yang sama. sementara itu untuk areal yang menggunakan sistem grup, pengambilan contoh dilakukan dengan metode tersebar dan acak. Adapun persyaratan pohon adalah contoh sebagai berikut.
  1. Sehat, tidak terserang hama dan penyakit, serta bukan pohoh bekas sisipan.
  2. Hindari pohon yang tumbuh di puncak bukit. Hindari juga tanaman pinggir.
  3. Pohon contoh harus berada diantara pohon yang masih hidup.
  4. Umur tanaman harus seragam, kecuali jika luas tanaman kurang dari lima hektar.
  5. Kondisi tanah dan topografi dalam satu blok/grup relatif sama.
  6. Jika pohon contoh sakit atau mati, dapat digantikan sesuai dengan ketentuan diatas.
  7. Seluruh pohon contoh dicat dengan warna biru langit pada batangnya secara melingkar. Khusus tanaman pertama di beri tanda bulat biru tua dan di tulis dengan angka berwarna putih.
Pengambilan contoh daun dilakukan setahun sekali, yaitu dua bulan setelah pemupukan terakhir.
  • Pemupukan Tanaman
Jenis dan cara pemupukan tanaman menghasilkan sama saja dengan TBM. Hanya saja sebaran dosis, waktu aplikasi dan rotasinya berbeda. Adapun pupuk yang digunakan bisa menggunakan pupuk tunggal atau majemuk.

Saat ini perkebunan besar lebih banyak menggunakan pupuk majemuk NPK karena penggunaan pupuk majemuk lebih efektif dan effesien. Beberapa keunggulan pupuk majemuk, diantaranya.
  1. Pupuk majemuk hanya memerlukan tiga kali aplikasi pertahun, sedangkan dengan pupuk tunggal dapat mencapai delapan kali pertahun
  2. Dengan menggunakan pupuk majemuk, hanya tersita waktu 3 - 4 bulan dalam setahun untuk pemupukan, sedangkan sisa waktu 8 - 9 bulan bisa di fokuskan untuk produksi dan perawatan tanaman.
  3. Dengan sekali aplikasi dengan pupuk majemuk tanaman akan mendapatkan sekaligus beberapa unsur hara sehingga tidak terdapat faktor pembatas.
  4. Dengan pupuk tunggalm aplikasi satu jenis pupuk dengan pupuk lainnya sering terlalu lama intervalnya sehingga tidak sinergis.
  5. Aplikasi pemupukan yang terlalu lama akan berpotensi semakin banyak pupuk yang hilang akibat pencurian karena lemahnya pengwasan.
  6. Penguapan dan Pencucian pupuk tunggal setelah diaplikasi sangatlah besar, dapat mencapai 20 - 30 %, sedangkan pupuk majemuk sudah dilengkapi dengan coating agent  ( bahan pengikat ) Untuk meminimlisir kehilangan unsur hara di dalam pupuk.
  7. Untuk areal topografi yang sulit, menggunakan pupuk tunggal akan menyebabkan seluruh biaya aplikasi pemupukan menjadi lebih banyak
  8. Unsur mikro ( tress elements ) yang terkandung di dalam pupuk majemuk, terdapat dalam pupuk tunggal.
Disamping penggunaan pupuk anorganik, tandan kosong kelapa sawit yang sudah atau belum di komposkan juga sekarang banyak diaplikasikan ke piringan kelapa sawit sebagai penambahan bahan organik tanah.

0 comments:

Post a Comment