Sunday, December 20, 2015

TOP Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia

9:26 PM Posted by Unknown 4 comments


Daftar perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesat di Indonesia

1. PT.Golden Agri Resources (GAR)
Golden Agri Resources  adalah anak perusahaan dari sinar mas, perusahaan kelapa sawit terbesar kedua di dunia dengan total area yang ditanami 470.600 hektar (termasuk perkebunan petani) data ini diambil pada tanggal 30 Juni 2014 yang lahannya terletak di Indonesia. Perusahaan ini telah operasi difokuskan pada produksi minyak nabati berbasis kelapa sawit dan lemak terintegrasi. Perusahaan perkebunan ini didirikan pada tahun 1996, GAR tercatat di Bursa Efek Singapura sejak tahun 1999 dengan penghasilan pasar sebesar US $ 5700000000 pada tanggal 30 Juni 2014.

( Hasil CPO 15.000 ton )

Contact

108 Pasir Panjang Road,
#06-00 Golden Agri Plaza, Singapore 118535
+65 6590 0800

2. Wilmar International Group
Wilmar International Limited, yang didirikan pada tahun 1991 dan berkantor pusat di Singapura, saat ini perusahaan ini adalah kelompok agribisnis terkemuka di Asia. Usaha Wilmar adalah termasuk budidaya kelapa sawit, biji minyak menghancurkan, penyulingan minyak goreng, gula penggilingan dan pemurnian, lemak khusus, oleokimia, biodiesel dan manufaktur pupuk dan pengolahan biji-bijian. Pada inti dari strategi Wilmar adalah model agribisnis terpadu yang tahan banting yang mencakup seluruh rantai nilai bisnis pengolahan komoditas pertanian, dari originasi dan pengolahan untuk branding, merchandising dan distribusi berbagai produk pertanian. Perusahaan ini mempunyai lebih dari 450 pabrik dan jaringan distribusi yang luas yang mencakup Cina, India, Indonesia dan beberapa 50 negara lainnya. Grup didukung oleh tenaga kerja multinasional dari sekitar 90.000 orang.

( Hasil CPO 7.500 ton )

Contact
56 Neil Road Singapore 088830
Tel: (65) 6216 0244

3. Perkebunan Nusantara (PTPN) IV
PTPN IV adalah perusahaan milik BUMN yang bergerak pada bidang usaha agroindustri. PTPN IV mengusahakan perkebunan dan pengolahan komoditas kelapa sawit dan teh yang mencakup pengolahan areal dan tanaman, kebun bibit dan pemeliharaan tanaman menghasilkan, pengolahan komoditas menjadi bahan baku berbagai industri, pemasaran komoditas yang dihasilkan dan kegiatan pendukung lainnya. Daerah penyebaran ada di 9 Kabupaten, yaitu Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu, Padang Lawas, Batubara dan Mandailing Natal.

( Hasil CPO  6.675 ton )

Contact
Jalan Letjend. Suprapto no. 2 Medan – 20151
Phone : +62-61-4154666

4. Astra Agro Lestari Tbk
Setelah perjalanan panjang perusahaan yang memiliki aset Rp 14.960.000.000.000 pada akhir tahun 2013, Perkebunan yang dikelola total 281.378 ha perkebunan kelapa sawit, yang terdiri dari 220.021 ha perkebunan inti dan 61.357 ha perkebunan plasma. Untuk mengoperasikan perusahaan ini Perseroan mempekerjakan 29.766 karyawan tetap yang dibagi di Jakarta, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

( Pasokan CPO 6000 ton )

Jakarta Head Office
Jl. Puloayang Raya Blok OR-I
Kawasan Industri Pulogadung
Jakarta 13930Indonesia
Tel. : (021) 4616555

5. Minamas Plantation group
Sime Darby Plantation diwakili oleh anak perusahaan Minamas Plantation yang mempunyai kantor pusat di jakarta, perusahaan yang didirikan pada bulan April 2001 Ini telah hadir di delapan provinsi dengan total landbank 289.422 hektar dari 204.504 yang ditanami kelapa sawit, yang mewakili sekitar 71% dari total luas tanaman perusahaan.

( Pasokan CPO 6000 ton )

Contact
Telp: (603) 7848 4000

6. Asian Agri group
Asian Agri merupakan salah satu produsen terbesar minyak sawit di Asia dengan kapasitas produksi tahunan sebesar satu juta ton minyak sawit. Saat ini perusahaan mengelola 28 perkebunan kelapa sawit dan 19 pabrik kelapa sawit yang semuanya terletak di Sumatera. Bangunan ini memiliki perkebunan kelapa sawit total 160.000 hektar, dimana 60.000 hektar dikembangkan dengan petani di bawah skema Plasma / KKPA.

( Hasil CPO 6.000 ton )

Contact
Jl. MH. Thamrin 31 d/h Jl. Teluk Betung 31
Kel. Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat 10230
Tel: +62 (21) 392 3189

Cara Meningkatkan Produksi Kelapa Sawit

9:15 PM Posted by Unknown 4 comments

Semua tanaman, termasuk kelapa sawit, memerlukan unsur hara, baik makro maupun mikro, yang bisa didapatkan dari dalam tanah. Seperti halnya manusia yang membutuhkan nutrisi seimbang, maka kandungan nutrisi dalam tanaman pun harus memenuhi unsur empat sehat lima sempurna. Tujuannya agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta tetap produktif.

Beberapa unsur hara mikro yang berperan penting dalam mengendalikan pertumbuhan tanaman, di antaranya ialah, seng, besi, tembaga, mangan, magnesium, molybdenum, dan boron. Khusus boron, unsur itu benar-benar diperlukan oleh kelapa sawit. Pasalnya, kelapa sawit merupakan salah satu tanaman yang rentan apabila kekurangan boron yang bisa berdampak pada rendahnya produktivitas tanaman.

Setidaknya, setiap pohon kelapa sawit memerlukan 100 sampai 200 gram boron per tahun. Sayangnya, meski Indonesia termasuk salah satu eksportir kelapa sawit terbesar di dunia, negeri ini tidak memiliki boron secara alami. Padahal, untuk memenuhi kebutuhan perkebunan kelapa sawit seluas 7,8 hektare saja, diperlukan suplai boron sekitar 100 ribu ton per tahun.

Mau tidak mau kebutuhan tersebut harus dipenuhi, pasalnya boron memiliki dua fungsi fisiologis utama yang bermanfaat bagi tanaman. Fungsi pertama, boron bisa membentuk ester dengan sukrosa sehingga sukrosa yang merupakan bentuk gula terlarut dalam tubuh tanaman lebih mudah diangkut dari tempat fotosintesis ke tempat pengisian buah. Proses tersebut menyebabkan buah akan terasa lebih manis dengan aroma yang khas.

Fungsi fisiologis kedua, yakni boron memudahkan pengikatan molekul glukosa dan fruktosa menjadi selulosa untuk mempertebal dinding sel. Alhasil, tanaman pun menjadi lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Sebaliknya, apabila tanaman kekurangan unsur boron maka dinding sel yang terbentuk menjadi sangat tipis. Selain itu, sel menjadi besar yang diikuti dengan penebalan suberin atau terbentuk ruang-ruang reksigen karena sel menjadi retak dan pecah akibat tidak terbentuk selulosa untuk mempertebal dinding sel.

Kekurangan boron juga bisa menyebabkan pertumbuhan vegetatif terhambat karena unsur itu berfungsi sebagai aktifator maupun inaktifator hormon auxsin dalam pembelahan dan pembesaran sel.

Dampak lainnya, laju proses fotosintesis tanaman akan menurun. Hal itu disebabkan gula yang terbentuk dari karbohidrat hasil fotosintesis akan tertumpuk di daun. Umumnya tanaman yang kekurangan boron bisa diamati dari bentuk daunnya yang tidak sempurna atau sering disebut hook leaf.

Daun muda warnanya menjadi kecokelatan dan membengkok. Selain itu, daun tumbuh pendek sehingga ujung pelepah melingkar (rounded front tip), anak daun pada ujung pelepah berubah bentuk menjadi kecil seperti rumput atau bristle tip, atau tumbuh rapat pendek seolah-olah bersatu dan padat (little leaf). Ketidaksempurnaan (malformation) bentuk daun itu berakibat pada terganggunya proses fotosintesis sehingga buah yang terbentuk sedikit, kecil, dan berkualitas rendah.

Boron yang telah dimurnikan biasanya berbentuk padatan hitam dengan kilap logam dan bersifat keras serta semikonduktor itu sangat memengaruhi metabolisme asam nukleat, karbohidrat, protein, fenol, dan auksin tanaman. Lebih dari itu, unsur tersebut juga berperan dalam pembelahan, pemanjangan dan diferensiasi sel, permeabilitas membran, sertaperkecambahan serbuk sari.

Tanaman yang mengalami defisiensi unsur hara mikro itu akan menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan jaringan meristematik (pucuk akar) terhambat, pucuk mati, mobilitas rendah, serta buahyang sedang berkembang rentan terserang penyakit.

Dimulai Saat Pembibitan
Lantas, dapatkah boron diaplikasikan pada tanaman kelapa sawit untuk mencegah penurunan kualitas tanaman? Pada dasarnya ketika kelapa sawit kekurangan boron tanda-tandanya akan cepat terlihat. Sayangnya, dalam kondisi itu sudah terlambat untuk melakukan aplikasi sehingga harus menunggu waktu pembualan selanjutnya.

Mekanisme penambahan boron dapat dimulai pada saat pembibitan dengan cara penyemprotan pada bagian daun. Selanjutnya, dilakukan proses pemupukan dengan campuran NPK (nitrogen, fosfor, dan kalium) pada bulan ke-8 dan ke-16 dengan dosis 0,02 gram per pohon. Pada bulan ke-24 dosis pemberian boron meningkat, menjadi 0,05 gram per pohon.

Pemberian dosis itu tidak bisa disamakan pada semua area perkebunan kelapa sawit. Aplikasi boron harus memperhatikan tingginya curah hujan, derajat keasaman tanah (pH), dan kandungan material organik tanah. Baru-baru ini, beberapa negara telah berhasil melakukan aplikasi boron pada tanaman-tanaman pertanian atau perkebunan.

Boron yang ditambahkan ke dalam tanaman itu di antaranya berupa sodium tetraborate pentahydrate yang bisa langsung dimasukkan ke dalam tanah dan disodium tetraborate pentahydrate, boron berbentuk granular yang dicampur dengan NPK. Ada pula disodium octaborate, pupuk boron yang larut dalam air yang diaplikasikan pada saat pembibitan tanaman.

Mengingat boron tergolong ke dalam bahan kimia beracun dan sangat berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan, maka pemerintah pun mengawasi penggunaannya dengan ketat. Aktivitas perngadaan, distribusi, serta pengawasan penggunaan unsur itu ha-rus sesuai dengan Keputusan Menteri Perdagangan No 44/M-DAG/ Per/9/2009. Adanya pengawasan tersebut diharapkan bisa menjadikan penggunaan boron benar-benar bermanfaat, yakni meningkatkan produktivitas kelapa sawit Indonesia dan tidak menimbulkan dampak negatif.

Dengan demikian, bukan tidak mungkin produksi crude palm oil (CPO) Indonesia yang selama ini baru mencapai 2,5 juta ton per hektare per tahun bisa menyamai, bahkan melampaui Malaysia yang mampu memproduksi CPO sebanyak 4 juta ton per hektare per tahun.

Dadang Gusyana, S.Si
Information Officer, Indonesian Biotechnology Information Centre (IndoBIC), Bogor.

Penulis Artikel www.netsains.com.

10 Negara Dengan Produksi Kelapa Sawit Terbesar

9:11 PM Posted by Unknown 3 comments

Penasaran negara mana sajakah yang menjadi penghasil kelapa sawit terbesar di dunia? Kelapa sawit biasanya dimanfaatkan daging buahnya untuk dibuat menjadi minyak kelapa. Hampir semua orang di dunia ini menggunakan minyak kelapa sawit untuk keperluan masak-memasak dan lain-lain. Hal inilah yang menjadikan kelapa sawit sebagai salah satu komoditi yang penting di pasar dunia.
Minyak kelapa sawit sudah lama digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia sejak 5.000 tahun yang lalu. Kepopulerannya semakin meningkat setelah Bangsa Arab memperdagangkan minyak ini ke Mesir. Selain sebagai minyak nabati untuk masakan, minyak kelapa sawit juga banyak dipakai oleh industri sabun dan deterjen.
Minyak kelapa sawit mulanya berkelir kemerah-merahan karena mengandung beta caroten dengan kadar yang tinggi. Setelah melalui proses pemurnian, minyak ini akan berubah warna menjadi kuning keemasan dan jernih. Minyak kelapa sawit dihasilkan dari daging buah kelapa sawit yang memiliki kandungan minyak cukup tinggi.
Produsen kelapa sawit di dunia masih didominasi oleh negara-negara di Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Afrika. Indonesia merupakan negara penghasil kelapa sawit nomor satu di dunia dengan kapasitas produksi mencapai 31,10 juta ton per tahun. Negara Jiran Malaysia menempati urutan kedua, setelah beberapa tahun silam kokoh di posisi pertama, dengan produksi per tahun sebanyak 19,2 juta ton.
Kedudukan keempat diisi oleh Thailand dengan total produksi 2,18 juta ton/tahun yang diikuti oleh Kolumbia sebanyak 1,23 juta ton/tahun. Posisi kelima dihuni oleh salah satu negara di Afrika yaitu Nigeria dengan kemampuan produk sekitar 930 ribu ton/tahun. Menariknya, Papua Nugini sanggup merebut posisi keenam karena berhasil mengumpulkan kelapa sawit 670 ribu ton setiap tahun.
Negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia yang ketujuh adalah Ekuador dengan produksi 565 ribu ton/tahun. Sedangkan posisi kedelapan dan kesembilan ditempati oleh Honduras dan Cote Divoire yang masing-masing menghasilkan 430 ribu ton dan 400 ribu ton kelapa sawit per tahun. Urutan kesepuluh dipegang oleh Brazil yang hanya mampu menyediakan kelapa sawit sekitar 350 ribu ton/tahun.
Tabel Peringkat Negara Penghasil Kelapa Sawit Terbesar di Dunia
PERINGKAT
NEGARA
PRODUKSI (juta ton)
Pertama
Indonesia
31,10
Kedua
Malaysia
19,20
Ketiga
Thailand
2,18
Keempat
Kolumbia
1,23
Kelima
Nigeria
0,93
Keenam
Papua Nugini
0,67
Ketujuh
Ekuador
0,565
Kedelapan
Honduras
0,43
Kesembilan
Cote Divoire
0,40
Kesepuluh
Brazil
0,35


Manfaat Kelapa Sawit

9:05 PM Posted by Unknown 1 comment


Kelapa sawit, atau yang dalam bahasa latin dikenal dengan nama Elaeis merupakan salah satu jenis komoditi yang paling banyak diminati oleh usaha perkebunan, tidak hanya di Indonesia, namun juga di dunia. Hal ini ditunjukkan dengan adanya tren pembukaan lahan yang ditujukan sebagai perkebunan kelapa sawit. Tapi yang sayangnya hal ini lebih banyak merugikan alam, karena mengorbankan hutan-hutan yang sangat bermanfaat. Namun demikian, terlepas dari kondisi perkebunan kelapa sawit yang semakin marak dan tak jarang merusak hutan, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang penting untuk membangun perekonomian, karena memiliki harga jual yang menarik dan cukup menguntungkan bagi pengusaha, dan bagi negara juga tentunya.

manfaat kelapa sawitDi Indonesia sendiri, yang merupakan salah satu negara penghasil komoditas kelapa sawit yang besar, banyak tumbuh pada daerah Sumatra, Jawa, Kalimantan dan juga Sulawesi. Pohon kelapa sawit memiliki bentuk yang mirip dengan pohon palem, dengan batang yang tingginya bisa mencapai 24 meter. Sebagai salah satu jenis perkebunan yang maju dan banyak dibudidayakan di Indonesia, tentunya kelapa sawit memiliki banyak sekali manfaat. Apa saja manfaat dari kelapa sawit? berikut ini adalah beberapa manfaat kelapa sawit :

Manfaat Praktis Kelapa Sawit

Manfaat praktis merupakan manfaat yang dapat diperoleh dari kelapa sawit yang sudah diolah bagi kehidupan manusia dan juga sekitarnya. berikut ini adalah manfaat praktis dari kelapa sawit :

1. Sebagai minyak goreng

Manfaat kelapa sawit yang pertama adalah sebagai bahan baku pembuatan minyak goreng. Minyak goreng yang saaat ini beredar di pasaran merupakan jenis minyak goreng yang berasal dari hasil olahan kelapa sawit. Tidak dapat dipungkiri memang, minyak goreng merupakan salah satu sari sembilan bahan pokok yang paling banyak digunakan oleh berbagai kalangan, baik itu kalangan rumah tangga, restoran, dan juga berbagai industri makanan, seperti pembuatan keripik.

2. Sebagai campuran bahan bakar biodiesel

Diesel merupakan salah satu jenis mesin yang memiliki keunggulan, terutama untuk kendaraan niaga dan pertambangan, yang membutuhkan tenaga dalam jumlah torsi yang besar untuk mengangkut hasil kebun, tambang dan juga pendistribusian komoditas antar daerah. Selain itu, diesel juga sering dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Bahan bakar utama dari diesel dapat diperoleh dengan menggunakan campuran dari minyak kelapas sawit, yang dinilai rama lingkungan, dibandingkan bahan bakar diesel biasa.

3. Sebagai pelumas

Minyak kelapa sawit yang merupakan salah satu hasil olahan dari kelapa sawit juga dapat dimanfaatkan sebagai pelumas. Kebanyakan, pelumas dari minyak kelapa sawit ini digunakan untuk melumasi bagian luar dari mesin dan juga perangkat lainnya. Bahkan ada beberapa jenis mesin 2 tak, menggunakan minyak goreng kelapa sawit sebagai bahan campuran pada oli sampingnya.

4. Bahan pembuatan mentega

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan bahan yang satu ini. Ya, mentega merupakan bahan yang sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik itu untuk menumis hingga membuat kue. Salah satu bahan utama dar pembuatan mentega adalah minyak kelapa sawit

5. Bahan pembuatan pomade

Saat ini, pomade merupkn salah satu bahan kosmetik yang banyak digunakan, karena sesuai dengan trend gaya rambut. Siapa sangka, ternyata pomade juga dibuat dengan menggunakan bahan dasar dari manfaat kelapa sawit yang dibuat menjadi minyak.

6. Bahan pembuatan lotion dan juga cream kulit

Selain pomade, berbagai macam krim dan juga lotion yang biasa kita gunakan pada kulit kita juga terbuat dari bahan baku utama minyak kelapa sawit, yang diformulasikan dengan menggunakan berbagai macam bahan berupa serum dan juga vitamin – vitamin yang baik untuk kesehatan kulit kita.

7. Membantu mendinginkan kulit yang terkena luka bakar

Anda terkena luka bakar? kalau begitu, anda dapat mencoba mendinginkan luka bakar anda dengan menggunakan putih telur dan juga minyak kelapa sawit yang dingin. Manfaat kelapa sawit bagi manusia dapat membantu mendinginkan kulit yang terbakar.

8. Dapat menetralisir rasa pedas

Berbagai macam gorengan, memilki kemampuan yang baik untuk menetralisir rasa pedas. Hal ini disebabkan oleh kandungan dari minyak kelapa sawit yang dapat menghilangkan rasa pedas.

9. Bahan baku pembuatan cat

Minyak kelapa sawit juga dapat dibuat menjadi salah satu bahan baku dalam pembuatan cat tembok, cat mobil, vernis dan juga compound yang sering kita gunakan untuk melakukan proses pemolesan pada body mobil.

10. Bahan baku pembuatan pasta gigi

Manfaat lainnya dari minyak kelapa sawit adalah dapat menjadi salah satu bahan baku pembuatan pasta gigi.

11. Sebagai Dempul

Minyak kelapa sawit juga merupakan salah satu bahan baku dalam pembuatan dempul. Dempul sendiri merupakan bentuk pasta yang berfungsi untuk perbaikan-perbaikan pada patahan tertentu pada bagian atau permukaan dari besi dan plastik.

12. Dapat membantu proses penyamakan kulit

Minyak kelapa sawit memiliki manfaat lain, yatu dapat membantu proses penyamakan kulit binatang. Biasanya kulit binatang, seperti sapi dan kambing akan mengalami proses penyamakan terlebih darhulu, sebelum akirnya diolah menjadi kulit yang siap untuk dijadikan tas dan dompet.

13. Sebagai makanan hewan

Manfaat kelapa dalam kehidupan sehari-hari juga berguna pada bagian ampasnyas Ampas dari kelapa sawit sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan pada hewan ternak. Selain itu, buah kelapa sawit juga menjadi santapan lezat bagi hewan – hewan liar, seperti babi hutan.

14. Sebagai bahan baku dalam industri baja

Kelapa sawit juga beranfaat sebagai ahan baku pada industri baja. Dalam industri baja, minyak kelapa sawit digunakan untuk memberikan lapisan pada baja dan besi agar menjadi lebih tahan terhadap karat dan ujga korosi

15. Dapat menjadi kompos

Yang terkhir, kelapa sawit dapat menjadi kompos, alias pupuk. Ya, ampas dari buah kelapa sawit, dan juga daun kelapa sawit dapat diolah dalam bentuk pupuk kompos. Pupuk kompos ini dapat membantu menyuburkan tanah dan dapat membantu pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik, karena mengandung unsur-unsur hara.

Manfaat Ekonomis Kelapa Sawit

Manfaat ekonomis dari kelapa sawit merupakan manfaat dari kelapa sawit sebagai komoditas. Seperti telah diketahui, kelapa sawit memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, sehingga membuat banyak kalangan pengusaha berani menanmkan investasi modal yang tinggi pula bagi pembukaan lahan kebun kelapa sawit. Hasil dari kelapa sawit ini kemudian dapat dijual semabagai komoditas ekspor, dan juga dapat dimanfaatkan untuk didistribusikan kepada pabrik minyak kelapa sawit. Namun demikian, saat ini, pembukaan perkebunan kelap sawit harus mengorbakan lahan – lahan hutan hujan ttopis yang dimiliki oleh negara Indonesia, sehingga banyak ditentang oleh berbagai kalangan.


Itulah manfaat dari kelapa sawit bagi kita semua. Semoga artikel mengenai manfaat dari kelapa sawit ini dapat menambah wawasan anda semua.

Friday, May 22, 2015

Teknik Pemupukan Kelapa Sawit

6:36 AM Posted by Penulis 2 comments


Ada beberapa cara pemupukan yang dapat dilakukan pada tanaman kelapa sawit, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • penyebaran secara merata pada lingkar luar dan lingkar dalam batang kelapa sawit
  • penempatan pupuk pada piringan
  • penempatan pupuk pada larikan mengeliling pokok dan pupuk dibenamkan dalam larikan  yang ditimbun lagi dengan tanah.
  • pemupukan dengan disemprotkan ke daun
  • pemupukan melalui infus akar

beberapa yang harus diperhatikan dalam pemupukan tanaman sebagai berikut :
  • bersihkan terlebih dahulu piringan dari rumput, alang - alang, dan kotoran lain.
  • pada areal yang dara, semua pupuk ditabur merata mulai 0,5 m dari pohon sampai pinggri piringan.
  • pada areal yang berteras, pupuk disebar pada piringan kurang lebih 2/3 dari dosis di bagian dalam teras di dekat dinding bukit, sisanya ( 1/3 bagian ) diberikan pada bagian luar teras.
waktu pemupukan
pupuk harus tersedia pada waktu yang ditentukan sehingga keberadaannya tidak menjadikan suatu hambatan bagi tanaman yang akan dipupuk. adapun waktu yang terbaik untuk pemupukan adalah pada saat musim hujan, yaitu pada saat keadaan tanah berada dalam kondisi yang sangat lembab., tetapi tidak sampai tergenang air.

Jenis dan dosis pupuk
jenis dan dosis pupuk yang disesuaikan dengan umur tanaman,jenis tanah dan waktu pemberiannya. ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam menentukan jenis pupuk, salah satunya memilih kombinasi jenis pupuk berdasarkan komposisi unsur hara utama dan unsur hara tambanhan. Misalnya, Kombinasi urea-kieserit akan lebih baik dari pada kombinasi urea - dolomit  karena urea dan dolomit sama sama tidak mengandung unsur belerang yang dibutuhkan tanaman. pemilihan jenis pupuk juga dapat dilakukan berdasarkan kalarutannya. . penggunaan pupuk yang lambat larut seperti ZA, rock phospate dan dolomit akan lebih efektif daripada pupuk yang cepat larut seperti seperti urea, TSP dan kieserit. pupuk yang cepat larut lebih cocok untuk tanaman dewasa karena perakarannya lebih lebat dan lebih cepat dalam penyerapan unsur hara.
pupuk yang efektif akan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman yang optimal. Jenis pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk tunggal atau pupuk majemuk, terutama yang mengandung unsur N,P,K, Mg, Dan B. Beberapa jenis pupuk yang dapat digunakan antara lain urea, ZA, rock phospate. dosis pemupupukan untuk setiap lokasi selalu berbeda beda, tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan umur tanam


Tabel Pemupukan TBM Kelapa Sawit






Thursday, May 21, 2015

Minyak Sawit Untuk Ekspor

9:36 PM Posted by Penulis 2 comments

sebagai salah satu produsemn utama minyak sawit di dunia, Indonesia memilik potensi yang cukup besar untuk terus berperan dalam pasar dunia. pada dekade 1980-an, ekspor minyak sawit (CPO) Indonesia hanya ke Eropa Barat. tetapi beberapa tahun terakhir permintaan dari negara negara lain seperti china, India, Pakistan, Myanmar, Kenya, Tansania, dan Afrika Selatan terus meningkat. Sebagai penghasil minyak sawit terbesar kedua di dunia, Indonesia memenuhi hampir 50% dari kebutuhan negara negara pengimpor minyak sawit tersebut. Ekspor Minyak sawit maupun minyak Inti sawit Indonesia terus meningkat secara signifikan dari tahun 2000 - 2010.

TABEL PERKEMBANGAN EKSPOR MINYAK KELAPA SAWIT INDONESIA
sumber : direktorat jendral pertanian, 2006

Meskipun volume minyak inti sawit Indonesia terus meningkat, tetapi dari sisi nilai ekspor mangalami penurunan dan peningkatan yang tidak stabil. hal tersebut akibat oleh harga minyak sawit dunia yang terus berfluktuasi, seperti pada tahun 2007 - 2011 harga minyak sawit berfluktuasi 700 - 1.100 USD/Ton. harga minyak sawit memang sangat dipengaruhi oleh  harga minyak goreng dari bahan lain. Disamping pengaruh tersebut, harga minyak sawit juga dipengaruhi oleh produksi minyak sawit dan kebijakan dalam negeri dari produsen utama dunia seperti malaysia dan Indonesia.

TABEL PERKEMBANGAN HARGA MINYAK SAWIT EKSPOR
sumber: Direktorat jendral perkebunan, 2010

Dalam rangka terus meningkatkan Volume dan nilai Ekspor produk kelapa sawit dan untuk mengantisipasi perdagangan CPO Indonesia yang mulai tersendat dan tertekan harga minyak sawit, pemerintah dan pengusaha kelapa sawit pada tahun 2001 membentuk tim pemasaran minyak kelapa sawit Indonesia Untuk meningkatkan promosi ke negara - negara Importir. tim tersebut bertugas melakukan promosi ke berbagai negara potensial pengguna produk kelapa sawit. Untuk tahap awal, pemerintah melakukan promosi ke  negara China. sebagai salah satu negara yang penduduk padat di dunia, Indonesia mempunyai kepentingan untuk menjadikan negara tersebut sebagai sasaran utama ekspor minyak sawit. selain minyak sawit, Indonesia juga mengekspor minyak Inti sawit ( PKO ) ke berbagai negara

 TABEL PERKEMBANGAN EKSPOR MINYAK INTI SAWIT INDONESIA
sumber : direktorat jendral pertanian, 2006

Minyak Sawit Untuk Pasar Dalam Negeri

5:26 AM Posted by Penulis 7 comments


Produksi minyak sawit ( CPO ) di dalam negeri di serap oleh industri pangan terutama industri minyak goreng. Potensi tersebut terlihat dari semakin bertambahnya jumlah penduduk yang berimplikasikan pada  pertambahan kebutuhan pangan termasuk minyak goreng. pada akhirnya akan memacu tumbuhnya industri minyak goreng dalam negeri.


grafik perkembangan ketersediaan minyak sawit /minyak goreng Indonesia 
menurut neraca bahan makanan tahun 1999 - 2007

Tahun 1999 - 2007, rata rata ketersediaan minyak sawit / minyak goreng sebagai bahan makanan mencapai 1928 ribu ton per tahun atau 98.63% dari total penggunaan, sedangkan diolah non makanan rata rata sebesar 23 ribu ton pertahun atau 1,19% dari total penggunnaan dan tercecer sebesar 36 ribu ton pertahun atau 1,83%. tahun 2004, penggunaan minyak sawit untuk bahan makanan adalah sebesar 1969  dan menurun menjadi 920 ribu ton per tahun 2005. kemudian meningkat kembali hingga 3546 ribu ton pada tahun 2007. perkiraan jumlah produsen minyak goreng sawit akan mengalami peningkatan lagi mengingat semakin banyaknya pengusaha yang berinvestasi di sektor tersebut.

Tabel Perkembagan Produksi Dan Konsumsi Minyak Sawit Indonesia


sejalan dengan permintaan yang terus meningkat, harga minyak sawit dalam negeri pun menunjukan kecenderungan peningkatan. namun, harga minyak sawit dalam negeri sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor terutama harga minyak goreng dari bahan lain di dunia.


pasokan minyak sawit dalam negri terkadang mengalami hambatan berupa gejolak ketersediaan bahan baku. meningkatnya permintaan negara negara konsumen terhadap minyak sawit membuat produsen  minyak sawit di di Indonesia lebih memilih untuk mengekspor karena harga jual yang akan diterima dalam bentuk dolar. dalam rangka mengatasi terbatasnya pasokan minyak sawit untuk kebutuhan dalam negeri, pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan ekspor yaitu hanya 40 % dari produksi nasional dan 60 % untuk pasar dalam ngeri

Wednesday, May 20, 2015

Memasarkan Produk Kelapa Sawit

7:25 PM Posted by Penulis 2 comments

Pasar minyak sawit ( CPO ) banyak diserap oleh industru pangan, terutama industri minyak goreng dan industri non pangan seperti industri kosmetik dan nonpangan. Bahkan , minyak sawit sudah mulai banyak dimanfaatkan sebagai salah satu sumber bahan bakar (palm biodiesel).

Pola Pemasaran Produk Kelapa Sawit
Dilihat dari pengusahanya, perkebunan kelapa sawit Indonesia dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu perkebunan rakyat, perkebunan besar negara, dan perkebunan besar swasta. ketiga jenis perkebunan tersebut tentu memiliki pola pemasaran produk kelapa sawit yang berbeda.

 1. Pola pemasaran perkebunan rakyat
perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh rakyat memiliki luas lahan yang terbatas, yaitu 1 - 10 ha. dengan luas lahan tersebut tentunya menghasilkan produk TBS yang terbatas pula sehingga penjualannya sulit dilakukan apabila ingin menjualnya langsung ke prosesor/industri.





Pengolahan . Oleh karena itu, para petani harus menjual pedagang tingkat desa yang dekat dengan lokasi kebun atau melalui KUD, kemudian berlanjut ke pedagang besar hingga ke prosesor / industri pengolahan. Pola perkebunan rakyat dapat dilihat pada gambar diatas

Panjangnya rantai pemasaran TBS pada perkebunan rakyat menyebabkan tingkat keuntungan yang diperoleh petani relatif kecil. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pendapatan petani dengan melakukan pembinaan dan memperpendek pemasaran. pemerintah dalam hal ini melakukan pengaturan fungsi masing masing pelaku dalam rantai pemasaran dengan disertai pengaturan margin pemasaran yang menguntungkan bagi masing masing pelaku dalam rantai pemasaran dengan disertai pengaturan margin pemasaran dengan disertai pengaturan margin pemasaran yang menguntungkan bagi masing masing pelaku. pemeritah sebaiknya menetapkan margin pemasaran yang harus diterima petani minimal 70 % dari harga pelabuhan eksportir.

2. Pola pemasaran perkebunan besar negara dan swasta
pemasaran produk kelapa sawit pada perkebunan besar negara ( PBN ) dilakukan secara bersama melalui kantor pemasaran bersama (KPB), sedangakan untuk perkebunan besar swasta ( PBS), pemasaran produk kelapa sawit dilakukan oleh masing masing perusahaan. pada umumnya perusahaan besar, baik negara maupun swasta, menjual produk kelapa sawit dalam bentuk olahan yaitu minyak sawit mentah (CPO) dan minyak Inti Sawit

Kunjungu juga :

Friday, May 15, 2015

Memanfaatkan Limbah Kelapa Sawit

2:39 AM Posted by Penulis 1 comment

1.Tandan kosong kelapa sawit untuk pupuk organik
tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organik yang memiliki kandungan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman. tandan kosong kelapa sawit mencapai 23% dari jumlah dari jumlah pemanfaatan limbah kelapa sawit tersebut sebagai alternatif pupuk organik juga akan memberikan manfaat lain dari segi ekonomi. bagi perkebunan kelapa sawit, dapat menghemat penggunaan pupuk sintestis sampai dengan 50 %. pupuk organik yang dihasilkan dari TKKS dapat berupa pupuk kompos dan pupuk kalium

2. Tandan Kosong Kelapa Sawit Untuk Bahan Serat
tandan kosong kelapa sawit juga menghasilkan serat kuat yang dapat digunakan untuk berbagai hal, diantaranya serat berkaret sebagai bahan pengisi jok mobil dan matras, polipot. serat tandan kosong dapat diperoleh dengan cara mengepress sehingga keluar air, minyak dan kotoran yang terkandung di dalamnya. selanjutnya tandan kosong tersebut diurai dengan menggunakan mesin. selanjutnya serat diayak untuk mendapatkan serat panjang, pendek dan debu yang menempel.pabrik dengan kapasitas 30 ton tanadan buah segar per jama mampu menghasilkan serat 30 ton per hari.

3. Tandan kosong kelapa sawit sebagai sumber karotenoid
pemanfaatan tkks sebagai sumber karotenoid merupakan suatu yang bermanfaat bagi dunia industri makanan. hasil penelitian menunjukan TKKS yang mengalami satu kali sterilisasi rata rata mengandung karotenoid total sebesat 37,8 pp, sedangkan TKKS yang mengalami dua kali strilisasi kandungan rata rata sebesar25, 9 ppm. komposisi karotenoid di dalam tkks didominasi oleh alpha-karoten (12,9 ppm), beta - karoten (6,4 ppm ), lutein ( 4,1 ppm ) dan zeakaroten ( 3,9 ), sedangkan karotenoid lainya sebesar 5,2 ppm. senyawa beta-karoten bersifat lebih stabil daripada senyawa karotenoid lainya.

4. Tempurung buah sawit untuk arang aktif
tempurung buah sawit merupakan salah satu limbah oengolahan minyak sawit yang cukup besar, yaitu mencapai 60% dari produksi minyak. tempurung buah kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai arah aktif. arang aktif dimanfaatkan oleh berbagai industri, antara lain indutri minyak, karetm gula , dan farmasi. selama ini tempurung kelapa sawit digunakan hanay sebagai bahan bakar pembangkit tenaga uap dan bahan pengeras jalan.

5. batang dan tandan sawit untuk pulp kertas
kebutuhan pulp kertas di Indonesia sampai saat ini masih dipenuhi dari impor. padahal potensi menghasilkan pulp di dalam negri cukup besar. salah satu alternatif adalah dengan memanfaatkan batang dan tandan kosong kelapa sawit untuk digunakan sebagai bahan pulp kertas dan papan serat. di Indonesia sudah banyak Industri kertas yang memanfaatkan limbah kelapa sawit tersebut sebagai alternatif bahan baku.

6. Batang kelapa sawit untuk perabot dan papan partikel
batang kelapa sawit yang sudah tua dan tidak produktif lagi, dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai tinggi. batang kelapa sawit tersebut dapat dibuat fiber board sebagai bahan baku perabot rumah tangga seperti mebel, furniture, atau sebagai papan partikel. batang kelapa sawit dapat dipergunakan sebagai bahan baku papan partikel

7. Batang dan pelepah sawit untuk pakan ternak
tujuan dari pengolahan pelepah sawit, selain mengatasi kekurangan hijauan sebagai pakan dimusim kemarau, juga dapat memanfaatkan sisa hasil perkebunan. terdapat dua cara pengolahan batanag kelapa sawit untuk dijadikan pakan ternak, yaitu segar dan silase. sebuah peternak sapi di Malaysia telah menggunakan pakan dengan komposisi pelepah kelapa sawit dan konsentrat dengan perbandingan seimbang untuk usaha penggemukan sapi dengan skala 1.500 ekor.

8. Limbah Kelapa Sawit Untuk Biodiesel
sejak tahun 2000, minyak kelapa sawit dan beberapa minyak nabati lainya telah digunakan sebagai bahan pembuat biodiese, yang disebut pemerintah sebagai biodiesel generasi I. Hingga tahun 2011 telah berhasil dikembangkan biodiesel dari minyak kelapa sawit sebanyak 20.000 kilokliter per tahun. namun, akibat harga jual biodiesel lebih rendah daripada minyak sawit mentah, menyebabkan pengusaha sawit lebih memilih ekspor mentah. Untuk itu perlu diadakan terobosan baru yang disebut biodiesel generasi II. Biodiesel generasi II akan menggunakan limbah sawit seperti tandan buah kosong kelapa sawit, limbah kayu dan limbah pertanian lainnya seperti sekam padi. keunggulan generasi II teknologi katalis yang bisa menghasilkan beragam jenis produk solar, bensin kerosin dan tinggal memilih mana yang lebih dominan. dengan demikian, dihharapkan tidak ada lagi hambatan mengembangkan biodiesel.

Free Automatic Link

Wednesday, May 13, 2015

Jenis Limbah Kelapa Sawit

11:48 AM Posted by Penulis 2 comments

Limbah kelapa sawit adalah sisa tanaman kelapa sawit yang tidak termasuk dalam produk utama atau merupakan ikutan dari proses pengolahan kelapa sawit. berdasarkan tempat pembentukannya, limbah kelapa sawit dapat digolongan menjadi dua :

1. Limbah Perkebunan Kelapa Sawit
adalah limbah yang dihasilkan dari sisa tanaman yang tertinggal pada saat pembukaan areal perkebunan, peremajaan, dan panen kelapa sawit. Jenis limbah ini antara lain kayu, pelepah, gulma. dalam setahun, setiap hektar perkebunan kelapa sawit rata rata menghasilkan pelepah daun sebanyak 10,4 ton bobot kering.

2. Limbah Industri Kelapa Sawit
adalah limbah yang dihasilkan pada saat proses pengolahan kelapa sawit. limbah jenis ini digolongkan dalam tiga jenis :
limbah padat
salah satu jenis limbah kelapa sawit adalah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Tempurung kelapa sawit termasuk juga limbah padat hasil pengolahan kelapa sawit. limbah padat mempunyai ciri khas pada komposisinya. komponen terbesar dalam limbah padat tersebut adalah selulosa.

limbah cair
limbah ini berasal dari kondensat, stasiun klarifikasi, dan dari hidrosilikon. Limbah kelapa sawit memiliki kadar bahan organik yang tinggi. tingginya kadar tersebut menimbulkan beban pencemaran yang besar karena diperlukan degradasi bahan organik yang besar pula
lumpur (sludge) adalah lumpur primer yang berasal dari proses klarifikasi merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dalam proses pengolahan kelapa sawit, sedangkan lumpur yang telah mengalami proses sedimentasi disebut lumpur sekunder. kandungan bahan organik lumpur juga tinggi dengan pH rendah 3-5.

limbah gas
selain limbah padat dan cair, industri kelapa sawit juga menghasilkan limbah bahan gas. limbah bahan gas ini antara lain gas cerobong dan uap air buangan pabrik kelapa sawit.



Tuesday, May 12, 2015

Minyak Sawit Sebagai Bahan Bakar Alternatif

3:12 AM Posted by Penulis No comments

Indonesia sebagai salah satu produsen minyak sawit di dunia telah mengembangkan biodiesel dari minyak sawit. Di Indonesia, penelitian dilakukan oleh pusat penelitian Kelapa sawit, Medan dan telah berhasil mengembangkan biodiesel minyak sawit mentah, refined bleached deodorised palm oil, dan fraksi fraksinya seperti sterin dan olein serta minyak sawit inti.

Palm biodiesel mempunyai sifat kimia dan fisika yang sama dengan minyak bumi sehingga dapat digunakan langsung untuk mesin diesel atau dicampur dengan petroleum diesel. Namun palm diesel memiliki keunggulan lain, yaitu mengandung oksigen sehingga flash - pointnya lebih tinggi dan tidak mudah terbakar. selain itu, palm diesel merupakan bahan bakar yang lebih bersih dan lebih mudah ditangani karena tidak mengandung sulfur dan senyawa benzene karsiogenik.

Penggunaan palm diesel juga dapat mereduksi efek rumah kaca , polusi tanah, serta melindungi kelestarian perairan dan sumber air minum. hal ini berhubungan dengan sifat biodiesel yang dapat terorgenasi aktif relatif sempurna atau terbakar habis, nontoksik, dan dapat terurai secara alami.

palm diesel dibuat dengan menggunakan bahan baku minyak sawit (CPO) maupun produk turunan minyak inti sawit ( PKO ). produksi palm diesel  dapat dilakukan melalui transesterifikasi minyak sawit dengan metanol. proses ini dianggap lebih efesien dan ekonomis bila dibandingkan dengan cara esterifikasi hidrolisis dengan metanol.

Penyusun standar untuk produk produk biodiesel telah dilakukan oleh negara negara produsen dan pengguna. standar yang digunakan saat ini sebagai acuan adalah standar eropa untuk biodiesel adalah nomor EN 14214. standar yang diterbitkan pada november 2008 diadaptasi dalam tiga versi resmi yaitu Inggris, Prancis, Jerman.